Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Mujiyanto, Guru SMAN yang Juga Seniman di Kecamatan Paciran Cintai Seni Rupa, Tak Mau Ketinggalan Desain Digital

Arya Nata Kesuma • Sabtu, 14 Desember 2024 | 23:04 WIB
EKSPRESI JIWA: Mujiyanto, guru yang menghasilkan banyak karya seni rupa.  (IST/RADAR LAMONGAN)
EKSPRESI JIWA: Mujiyanto, guru yang menghasilkan banyak karya seni rupa. (IST/RADAR LAMONGAN)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Mujiyanto memilih seni rupa untuk bercerita.

Salah satu karyanya sudah terbang ke Inggris.  

RIKA RATMAWATI, Lamongan 

Mujiyanto kecil sering melihat majalah anak — anak, komik, dan buku dongeng.

Sumber bacaan itu dilihat dan dibacanya.

Apalagi, bacaan yang ada gambar ilustrasinya.

Dia mengamati gambar itu lebih lama. 

Ada keinginannya untuk bisa berkarya seperti itu.

Saat duduk di bangku MTs, Mujiyanto semakin asyik dengan media gambar. 

Apalagi, sang kakak melihat potensinya.

Sang kakak sering membelikan Mujiyanto alat lukis.

Mujiyanto belajar lukis lebih banyak secara otodidak.

Guru seninya ikut membantu membimbingnya.

Saat sekolah, Mujiyanto aktif mengikuti lomba poster di tingkat kabupaten.

Kecintaannya terhadap seni membuat Mujiyanto, mengikuti kursus seni di Jogjakarta.

Dia kemudian kuliah di Unesa sebagai mahasiswa seni rupa.

Di kampus, Mujiyanto sering mengikuti lomba — lomba desain.

Seperti desain logo yang diselenggarakan Kementrian Kebudayaan, desain inovatif, dan lomba lukis UOB.

Saat diterima sebagai guru pada 2006, Mujiyanto terus berkarya.

Menurut dia, melukis sangat cocok untuk mengekspresikan kejiwaannya.

Melukis tidak harus menggunakan media yang mahal.

Bisa dengan media apapun, tapi harus memiliki seni keindahan. 

Melukis juga menjadi alternatif bagi Mujiyanto dalam berkontemplasi transcendental dengan sang pencipta dan ciptaannya.

“Bagi saya melukis itu bisa mengisi ruang kosong dalam kehidupan manusia,” terang guru di SMAN 1 Paciran itu. 

Selain menyenangkan, melukis juga bisa menghasilkan cuan.

Karya seni rupa miliknya sudah terbang ke Inggris beberapa tahun lalu.

Selain itu, karya desain digitalnya beberapa kali dinikmati peminat seni dari Swedia. 

Tantangan yang dirasakan Mujiyanto adalah menemukan ide unik, menarik, dan original.

Sebab, semua karya yang tervisual adalah pencarian ide konsep yang melewati proses tidak instan. 

Saat melukis dia menggunakan cat air.

Dia senang bermain dengan teknik aquarel.

Baginya, goresan cat warna tipis serta kombinasi bloboran airnya menjadi nuansa khas tersendiri. 

Dia merasa lebih menikmati ketika melukis dengan media kanvas.

Meskipun, semua memiliki kesan berbeda.

Apalagi, sekarang banyak juga yang minat dengan desain digital.

“Intinya kita mau belajar, karena seni rupa ini bisa dipelajari selain membutuhkan ketekunan juga,” terang pria asal Blimbing, Kecamatan Paciran itu. (*/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#swedia #seni rupa #Desain digital #inggris #lamongan #guru #karya #melukis