Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Eni Setiyaningsih, Guru Penggerak Sekaligus Desainer Baju di Lamongan, Konsumen Lebih Banyak Perias

Arya Nata Kesuma • Minggu, 3 November 2024 | 03:24 WIB
HASILKAN BANYAK KARYA: Eni Setiyaningsih, ketua Gugus TK Kecamatan Sugio, yang juga desainer baju pengantin. (IST/RADAR LAMONGAN)
HASILKAN BANYAK KARYA: Eni Setiyaningsih, ketua Gugus TK Kecamatan Sugio, yang juga desainer baju pengantin. (IST/RADAR LAMONGAN)

radarlamongan.jawapos.com, Eni Setiyaningsih berhasil menjalankan dua pekerjaannya sekaligus, guru dan desainer baju.

Setelah merekrut empat pekerja, dia ingin menambah lagi. 

Rika Ratmawati, Lamongan 

Eni Setiyaningsih mendaftar menjadi guru penggerak di angkatan IX.

Guru TK Tunas Bangsa 1 Lebakadi, Kecamatan Sugio ini pun dinyatakan lulus.

Namun, Eni baru menerima panggilan pendidikan ketika masa angkatan X tahun ini. 

Selama ikut guru penggerak, Eni dituntut bisa membuat karya tulis atau buku.

Sejak 2022 hingga sekarang, dia berhasil menelurkan tiga karya.

Yakni, dongeng bermagi berbentuk cerita bergambar untuk anak, buku legenda Waduk Gondang, dan Story Ini Membunuhku. 

“Tadinya menulis karena ikut guru penggerak, tapi kalau ada kesempatan, mau buat buku lagi karena menulis itu menyenangkan,” tuturnya. 

Selama menjadi guru penggerak, Eni merasa banyak pembelajaran yang bisa dipetik.

Baca Juga: Pemain Harus Fokus sebelum Dievaluasi

Salah satunya, dia bisa belajar tentang keilmuan terkini.

Mulai bagaimana mengasuh dan memfasilitasi anak, hingga menjadi guru yang lebih kreatif lagi. 

"Awalnya saya sempat takut untuk mengikuti guru penggerak karena cerita teman sebelumnya, tapi nyatanya menyenangkan," ujar ketua Gugus TK Kecamatan Sugio itu.

Selain menjadi guru, Eni juga menekuni bidang fashion.

Dia mengikuti kursus terkait fashion sekitar 2004.

Awalnya Eni tidak fokus mendalami dunia fashion.

Dia hanya ingin menyalurkan hobinya mendesain busana dan menjahit.

Ternyata, hobi ini bisa menarik rezeki.

Banyak teman guru dan tetangga yang minat dengan karyanya. 

Beberapa kali dia menerima orderan pakaian kerja.

Eni lalu mulai mengembangkan bakatnya dengan mendesain baju pengantin.

Hasil karyanya diunggah di sosial media. 

Respons dari netizen cukup bagus.

Ada yang minat dan pesan. 

Sekarang, konsumennya tak hanya di Lamongan.

Juga luar kota. Rata — rata, pemesan berasal dari perias. 

Karena usahanya berkembang, Eni merekrut tenaga baru.

Kini, dia dibantu empat karyawan. 

Eni sering mendesain pesanan konsumen selesai tugasnya di sekolah rampung.

Hasil desain itu kemudian diserahkan ke karyawan untuk dikerjakan.

Sebelum diserahkan ke konsumen, Eni meneliti dan membenahi agar sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan. 

Ketika Eni didapuk sebagai ketua operator Dapodik Kecamatan Sugio, beban tugasnya semakin berat.

"Semoga bisa menambah karyawan lagi, jadi bisa balance antara mengajar dan desain, karena tugas gurunya sibuk dan pesanannya banyak," harapnya. (*/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
#sugio #lamongan #desainer baju #Guru Penggerak #pendidikan