radarlamongan.jawapos.com - Lamongan - Rehab fisik dari bantuan dana alokasi khusus (DAK) 12 SMP negeri dan 3 SMP swasta sudah mencapai 80 persen.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Munif Syarif, mengatakan, bantuan rehab tersebut sistemnya swakelola.
Dia menjelaskan, untuk bantuan DAK, usulan dilakukan sekolah melalui dapodik.
Selanjutnya, dilakukan verifikasi lapangan.
Jika memenuhi ketentuan, maka usulan tersebut disetujui dan diberikan bantuan.
Terkait lembaga swasta yang mendapatkan bantuan tersebut, lanjut Munif, bentuknya hibah.
Sehingga tidak masuk aset.
“Pekerjaan dari laporan sudah hampir rampung, insya Allah sebelum Desember tuntas,” ujarnya.
Munif menuturkan, bantuan DAK itu sebagian besar untuk rehab berat seperti perbaikan ruang kelas, toilet, perpustakaan, ruang laboratorium, dan pengadaan alat.
Dia mencontohkan SMPN 2 Lamongan.
SMPN ini menerima bantuan rehab toilet yang lebih ramah anak.
Sebab, dari seluruh komponen bangunan, hanya toilet yang perlu mendapatkan dukungan perbaikan.
Untuk rehab ringan, Pemkab Lamongan membantu melalui APBD.
Tahun ini ada lima lembaga yang mendapatkan bantuan rehab dari APBD.
Nilainya sekitar Rp 200 juta untuk satu kegiatan.
Munif menjelaskan, laporan untuk proyek DAK ini dari lembaga langsung pusat.
Sebab, pencairannya juga langsung ke rekening lembaga.
Dia berharap perbaikan infrastruktur lembaga itu bisa memberikan kenyamanan bagi pelajar selama di lingkungan sekolah.
“Kalau hanya rehab ringan biasanya ditangani lembaga, seperti memperbaiki yang bocor atau mengganti cat karena nilainya rendah,” jelasnya.
Terkait perubahan mekanisme bantuan DAK rehab lembaga, Munif masih menunggu informasi resmi dari pusat.
Sebelumnya, sudah didata dari kementrian lembaga yang akan mendapatkan bantuan rehab tahun 2025, namun ada perubahan. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma