LAMONGAN, Radar Lamongan - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2024 di Lamongan berlangsung meriah, dengan penampilan sebanyak 455 paduan suara siswa SD.
Dalam kesempatan tersebut, juga disajikan pertunjukan paskibraka masal yang diikuti 300 siswa dari 15 SMPN di Lamongan.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek menjelaskan, Hardiknas merupakan momentum untuk menguatkan sinergitas dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Lamongan.
Peringatan Hardiknas ini merupakan momentum penuh makna dan refleksi, sebagai pengingat perjuangan Ki Hajar Dewantara.
Bupati Yes juga menyampaikan pidato Kemendikbud Nadiem Anwar Makarim, yakni dalam pidatonya pendidikan di Indonesia akan melanjutkan kurikulum merdeka belajar.
Saat ini, di Lamongan sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar dan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan mulai PAUD hingga perguruan tinggi.
Konsep merdeka belajar ini, siswa harus aktif dan mandiri untuk membangun Indonesia yang bermartabat.
Transformasi pendidikan ini luar biasa, serta Lamongan berkomitmen untuk melanjutkan pelaksanaan kurikulum merdeka belajar.
"Karena dengan kurikulum tersebut sesuai dengan ajaran Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan memusatkan pada murid agar menjadi aktif dan mandiri,” terang Bupati Yes dalam upacara Hardiknas di alun-alun Kamis (2/5).
Dukungan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Lamongan, salah satunya melalui implementasi program beasiswa perintis (pendidikan berkualitas dan gratis).
Beasiswa ini sudah diakses 18 ribu siswa lebih, dengan harapan seluruh anak di Lamongan mendapatkan akses pendidikan yang sama.
Bupati Yes mengingatkan peran penting pendidikan dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Yang kita butuhkan dan harus diwujudkan, SDM berdaya saing.
"Pendidikan adalah investasi jangka panjang, bentuk ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi berkualitas, untuk mencapai kejayaan Lamongan yang berkeadilan,” terang Bupati Yes.
Keberhasilan Lamongan dalam memajukan pendidikan direpresentasikan melalui capaian indeks pembangunan manusia (IPM), yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.
Tahun 2023, IPM Lamongan masuk kategori tinggi 75,29.
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif menjelaskan, penerapan kurikulum merdeka di Lamongan memiliki keunggulan dengan adanya asesmen awal, untuk mengetahui perbedaan kemampuan anak.
Hasilnya akan menjadi acuan guru dalam memberikan pembelajaran, agar sesuai dengan kemampuan siswa.
Menurut Munif, dengan penerapan kurikulum merdeka ini diharapkan seluruh bakat dan minat siswa bisa dieksplore dengan baik.
Apalagi pihaknya juga bekerjasama dengan seluruh instansi terkait melalui gerakan paduraksa.
Upaya ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang merata dan tentunya ramah anak.
Di tahun ajaran 2023/2024 ini Dinas Pendidikan berkolaborasi dan membuat inovasi dengan berbagai OPD, lembaga, dan dunia usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan karakter siswa.
Misalnya Gerakan Paduraksa (gerakan pendidikan terpadu sekolah ramah anak, akreditasi sekolah, sekolah sehat, dan sekolah Adiwiyata).
Inovasi penguatan literasi dengan Gerai Si Dilan (Gerakan Aksi Penguatan Transisi PAUD ke SD menyenangkan) yang mendapat penghargaan nasional dari Ibu Iriana Jokowi.
Gardu Getar Desa (Gerakan Terpadu gerebek kesetaraan di desa-desa) untuk menuntaskan program kejar paket A,B, dan C.
Kulambakekal (kurikulum Lamongan Berbasis Kearifan Lokal) digandeng dengan Gemari (gerakan gemar makan ikan) dari dinas perikanan dan pertanian untuk mengajari anak tentang ketahanan pangan.
Untuk meningkatkan numerasi, Dinas Pendidikan kerjasama dengan SPRIX, Inc Jepang.
Perusahaan dari Jepang ini membantu memetakan kemampuan matematika siswa SD dan SMP, melatih guru pembelajaran matematika ala Jepang, dan pemberian pembelajaran matematika secara online selama 3 bulan.
Semuanya secara gratis. Program CSR ini akan dipakai Direktorat pendidikan dasar untuk peningkatan numerasi seluruh Indonesia secara gratis.
Untuk peningkatan kompetensi guru tentang implementasi kurikulum merdeka, seluruh guru penggerak mulai TK sampai SMA melakukan pengimbasan pada 3000 guru di Lamongan.
Ini menjadi satu-satunya kabupaten yang dapat apresiasi dari Kemendikbudristek melalui BBGP Provinsi Jawa Timur.
Menurut Munif, intinya Dinas Pendidikan bergerak bersama dengan seluruh potensi yang ada untuk melanjutkan merdeka belajar dan kualitas pendidikan di Lamongan. (rka/ind)
Editor : Arya Nata Kesuma