radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Pengerjaan fisik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan, Kecamatan Solokuro, saat ini terus menunjukkan progres positif.
Berdasarkan laporan tim teknis di lapangan, realisasi fisik dan penyiapan sarana pendukungnya melampaui angka 26 persen. Proyek itu ditargetkan rampung sebelum akhir tahun ini.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut antusias perkembangan proyek strategis tersebut. Kehadiran fasilitas pengolahan sampah modern di wilayah utara ini dinilai sangat dinantikan untuk mengatasi persoalan lingkungan secara komprehensif.
Baca Juga: Proyek TPST Dadapan Solokuro Mulai Tahap Pengurukan Lahan
Terlebih, area TPST dirancang cukup luas dengan kelengkapan mesin pengolahan modern agar dapat berfungsi optimal dalam memilah, mengolah, dan mereduksi volume sampah sebelum masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Kita melihat langsung progresnya, alatnya juga sudah disiapkan. Kita proyeksikan agar TPST ini bisa menjadi solusi efektif dan jangka panjang dalam pengelolaan sampah di Lamongan,” ujar Bupati Yes, kemarin (1/10).
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, Etik Sulistyani, mengatakan, pekerjaan TPST masih tahap konstruksi.
Baca Juga: DPRD Lamongan Soroti Proyek Akses Jalan TPST Dadapan Baru Terealisasi 35 Persen
Pekerjaan ditarget tuntas tahun ini. Diharapkan, tahun depan sudah bisa dimanfaatkan.
Menurut dia, TPST dilengkapi landfill. Sampah yang masuk dan tidak bisa diolah, akan ditimbun dengan sistem landfill agar tidak merusak kesuburan tanah.
Versi Etik, bangunan fisik sudah 50 persen. Realisasi total antara bangunan dan alat di angka 35 persen.
Seluruh bangunan utama dan infrastruktur dasar merupakan dukungan penuh dari kementerian. Nantinya, kawasan ini dilengkapi hanggar TPST, mesin pemilah otomatis, gudang penyimpanan, fasilitas landfill, hingga dua unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan.
Jika TPST sudah beroperasi, lanjut dia, maka mampu menampung 50 ton sampah setiap harinya. “Semoga semua bisa berjalan sesuai dengan rencana untuk penguatan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih baik, terintergrasi, dan manfaatnya berkelanjutan,” harapnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma