radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Pemkab Lamongan kian agresif memacu kemandirian fiskal daerah.
Lewat percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), pemkab optimistis mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) menembus angka Rp 1 triliun secara bertahap.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan harus melekat dalam tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: Kapasitas Fiskal Lamongan Makin Kuat dan Sehat
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat struktur penerimaan daerah dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
“Mari bersama membiasakan dan bertransformasi digital untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas capaian pembangunan daerah,” ujar Bupati Yes dalam High Level Meeting ETPD kemarin (3/9).
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lamongan, per 31 Agustus 2026, realisasi PAD telah menyentuh Rp 415 miliar atau 59 persen dari target tahun ini Rp 699 miliar.
Capaian tersebut terdiri atas pajak daerah Rp 195 miliar, retribusi daerah Rp 166 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah dipisahkan Rp 11 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp 40 miliar.
Capaian ini menunjukkan tren positif karena realisasi PAD 2024 tercatat Rp 533 miliar, sedangkan tahun lalu Rp 680 miliar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Moh Nalikan, menjelaskan, percepatan digitalisasi bukan sekedar mengubah transaksi tunai menjadi nontunai.
Namun, menghadirkan kemudahan untuk masyarakat, meningkatkan transparansi, memperkuat pengawasan, dan mendorong optimalisasi PAD.
“Menuju Rp 1 triliun merupakan upaya bersama melalui penguatan data, perluasan pelayanan digital dan peningkatan kepatuhan termasuk pembayaran PBB,” jelasnya.
Pemkab Lamongan menargetkan indeks ETPD 98 persen pada 2026. Target tersebut diarahkan melalui di antaranya perluasan transaksi nontunai, peningkatan penggunaan kanal pembayaran digital, dan digitalisasi retribusi obyek potensial.
Pemerintah tidak berjalan sendiri karena berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk Bank Indonesia dan bank Jatim untuk terlaksananya digitalisasi. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma