Pemkab Lamongan Sukses Mitigasi Kemarau Musim Tanam Kedua

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:00 WIB
PENGAIRAN LANCAR: Mitigasi risiko kekeringan pada musim tanam kedua tahun 2026 mampu menyelamatkan lahan pertanian seluas lebih dari 3.900 hektare dari ancaman kemarau panjang. (Istimewa/Radar Lamongan)
PENGAIRAN LANCAR: Mitigasi risiko kekeringan pada musim tanam kedua tahun 2026 mampu menyelamatkan lahan pertanian seluas lebih dari 3.900 hektare dari ancaman kemarau panjang. (Istimewa/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan berhasil melakukan mitigasi risiko kekeringan pada musim tanam kedua (MT II) tahun 2026.

Langkah antisipasi tersebut menyelamatkan lahan pertanian seluas lebih dari 3.900 hektare dari ancaman kemarau panjang berkat pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur pengairan yang berkelanjutan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengapresiasi seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam menjaga ketersediaan air. Khususnya, menghadapi ancaman kekeringan MT II.

Baca Juga: Anomali Cuaca Semakin Ekstrem, Pertanian Mendesak Butuh Ahli Mitigasi Iklim

Kolaborasi semua pihak menjadikan petani Lamongan tetap bisa panen. Meski bibit bagus, pupuk cukup, kalau pengelolaan air kurang baik, juga memberatkan petani dan menjadi ancaman untuk mereka.

"Alhamdulillah, infrastruktur pertanian terus kita bangun, drainase, irigasinya semuanya agar kebutuhan air bisa tercukupi,” ujar Bupati Yes. 

Menurut Bupati Yes, ketersediaan infrastruktur sumber daya air (SDA) menjadi bagian penting dalam mempertahankan swasembada pangan Lamongan.

Baca Juga: Wujudkan Program Prioritas Lamongan Tangguh, Pemkab Siapkan Mitigasi Bencana, Bina 96 Desa Tangguh Bencana

Apalagi, sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, yakni 30 persen PDRB Lamongan ditunjang sektor tersebut. 

Bupati Yes mengatakan, pemerintah terus memperbaiki sistem dan jaringan irigasi yang sudah ada, serta mendorong penambahan waduk maupun embung desa sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air.

ke depan, dilakukan pengembangan biopori sebagai bagian dari konservasi air di Lamongan. Selain itu, Bupati Yes menekankan penajaman target kerja penanganan kekeringan, khususnya wilayah Tikung dan Sarirejo.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Konstruksi Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengatakan, pengelolaan sumber daya air menjadi bagian strategis dalam mendukung target pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.

Karena itu, pengelolaan sumber daya air terus diperkuat agar ketersediaan air selama kemarau cukup dan selama penghujan tidak terjadi banjir. “Kita perkuat koordinasi dengan lintas sektor, agar kebutuhan air di tingkat masyarakat cukup,” tuturnya. (rka/yan)

 

 

 

Editor : Arya Nata Kesuma
mitigasi risiko Pemkab Lamongan ketahanan pangan swasembada pangan Bupati YES