Pemkab Lamongan Adopsi Inovasi Biopori 

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:14 WIB
Ekspo KKN yang digelar di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan. (Humas Kominfo/Radar Lamongan)
Ekspo KKN yang digelar di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan. (Humas Kominfo/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Ratusan mahasiswa akan melakukan KKN di Lamongan. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bahagia dapat mengetahui hasil karya dan inovasi yang dilakukan mahasiswa di Lamongan.

Dalam KKN Megilan expo yang diikuti 8 perguruan tinggi di Pendopo Lokatantra Rabu (5/8). Terdapat satu karya yang menarik Bupati Yes, yakni mengadopsi gerakan biopori dalam waktu dekat.

Menurut dia, adanya biopori dipandang perlu untuk mencegah banjir, mengurangi genangan, dan menyimpan cadangan air di musim kemarau.

Baca Juga: Cegah Gagal Panen, Pemkab Lamongan Masifkan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Wereng Batang Coklat (Gerdal OPT WBC)

Bupati Yes meminta agar Bapperida Lamongan untuk membuat desain kegiatan Gerakan Biopori yang dapat dikerjasamakan dengan berbagai pihak termasuk mahasiswa.

“Saya memandang gerakan biopori ini penting direalisasikan. Bapperida desainkan kegiatan sejuta biopori, 100 ribu biopori atau minimal seribu biopori. Nanti kita akan laksanakan serentak yang bisa dikerjakan bersama-sama, kita menyiapkan bioporinya, alatnya, nanti pelaksanaan bersama mahasiswa maupun universitas yang bersangkutan dan difokuskan pada kecamatan Sarirejo atau lain yang kekurangan air,” ujar Bupati Yes. 

Bupatu Yes memuji semua karya luar biasa yang telah dihasilkan mahasiswa, yang mana sebelumnya hal ini belum pernah terpikirkan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Semester Pertama, 265 ASN Pemkab Lamongan Lepas Seragam Korpri

Harapannya dari inovasi yang dibuat ini bisa terus dijaga keberlanjutannya, dan karya-karya ini terus dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi semua.

“Karya ini dijaga, dipelihara dan terus diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan kita semua,” terang Bupati Yes. 

Kepala Bapperida Lamongan Sujarwo menuturkan, kegiatan KKN dilaksanakan sejak Juli hingga Agustus 2026 diikuti oleh delapan perguruan tinggi.

Seperti, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Muhammadiyah Lamongan, dan beberapa universitas lokal.

Harapannya inovasi produk unggulan dan program kerja yang ditampilkan dari berbagai Universitas dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan Pemerintah.

 “Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa akan membantu dalam peningkatan ekonomi dan kesejahreaan masyarakat di Lamongan. Kegiatan ini baru pertama, dan hasil inovasi ini akan ditindak lanjuti dari Pemkab,” tuturnya. (rka)

 

 

Editor : Arya Nata Kesuma
inovasi biopori Ekspo KKN Pemkab Lamongan Bupati YES