Bupati Yes Sambangi Walangkopo, Bawa Bantuan Air Bersih dan Dorong Pengerukan Waduk

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:39 WIB
SALURKAN BANTUAN AIR BERSIH: Bupati Yes memegang pipa saluran dari tangki untuk bantuan air bersih bagi masyarakat di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo. (Humas Kominfo/Radar Lamongan)
SALURKAN BANTUAN AIR BERSIH: Bupati Yes memegang pipa saluran dari tangki untuk bantuan air bersih bagi masyarakat di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo. (Humas Kominfo/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Pemkab Lamongan melakukan penanganan krisis air bersih akibat musim kemarau.

Kemarin (28/7), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turun langsung, menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo.

Sebanyak 25 ribu liter air bersih digelontorkan untuk memenuhi kebutuhan harian warga desa setempat, khususnya untuk memasak dan air minum.

Baca Juga: Enam Bulan, Produksi Perikanan Darat di Kabupaten Lamongan Capai 2.254 Ton

Bupati Yes mengatakan, begitu ada permohonan air bersih kali pertama masuk, BPBD Lamongan langsung merespons dengan menerjunkan armada tangki.

Bupati Yes menjelaskan, menghadapi musim kemarau, sudah dilakukan pemetaan daerah - daerah yang masuk rawan kekeringan.

Pemerintah menyiapkan bantuan air maupun perlengkapan seperti jirigen untuk membantu pemenuhan kebutuhan air hingga Oktber mendatang.

Baca Juga: Dituntut 6,5 Tahun, Pemilik SS Diputus 3,5 Tahun Divonis Lebih Ringan di Pengadilan Negeri Lamongan

“Sudah dipetakan oleh instansi terkait, perlengakapan tangki juga disediakan, termasuk terpal untuk tandon,” ujar Bupati Yes. 

Bupati Yes menuturkan, langkah terdekat yang dilakukan, mengoptimalkan bantuan droping air bersih. Rencana selanjutnya, mengeruk waduk seluas 1,8 hektare yang ada di sekitar, sehingga daya tampung airnya lebih maksimal untuk memenuhi kebutuhan selama musim kemarau.

Menurut Bupati Yes, waduk di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul,menjadi tumpuan warga setempat. Tahun lalu, sudah direncanakan dikeruk. Karena kemarau basah yang mengakibatkan airnya tetap ada, tidak bisa dilakukan pengerukan.

Selain itu, pemkab bakal membantu permasalahan pompa. “Intinya sumber air akan dicukupi, semoga pengerukan bisa dilakukan tahun ini,” harapnya. 

Mengenai adanya proyek perpipaan Mojolamgres, Bupati Yes menyebut saat ini jalurnya baru mencapai wilayah Kembangbahu. Perluasannya masih memperhitungkan nilai investasi. Karena itu, pengerukan waduk dan droping air tetap menjadi prioritas utama.

Di balik getirnya krisis air bersih, ada kabar gembira yang dirasakan warga Desa Kedungkumpul. Saat ini para petani setempat tengah menikmati hasil panen raya kacang hijau dengan harga jual yang melambung tinggi, Rp 25 ribu per kilogram. 

Kalaksa BPBD Lamongan, Samian, menjelaskan, pemetaan kekeringan sudah dilakukan. Terdata 168 dusun di 89 desa dan 15 kecamatan yang terancam kekeringan.

Kategorinya, 45 desa langka air bersih dan 44 desa krisis air bersih. Dusun Walangkopo menjadi salah satu wilayah yang krisis dengan indikator sumber air minim dan tidak ada sumur bor. 

Bantuan yang diberikan antara lain, air bersih, terpal, dan jeriken secara berkelanjutan. “Nanti desa bisa mengajukan ke kecamatan supaya satu pintu untuk kita tindak lanjuti,” jelasnya. (rka/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
bantuan air bersih bpbd lamongan Pemkab Lamongan Bupati YES