radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek menyerahkan secara langsung bantuan sarana prasarana pertanian (alsintan) dari Pemerintah Pusat kepada kelompok tani (poktan), untuk mewujudkan swasembada pangan di Lamongan.
Bantuan ini merupakan bentuk realisasi dari rencana aksi Pemkab Lamongan, untuk menghadapi perubahan musim dalam menjaga lumbung pangan di Lamongan.
Bupati Yes mengajak masyarakat untuk terus bergerak menggunakan teknologi pertanian dan sistem yang lebih modern.
Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Tiga Truk Terlibat Tabrakan Beruntun di Jalan Nasional Lamongan - Babat
Bantuan dari pemerintah pusat ini diberikan setelah mempelajari rencana aksi yang dibuat, dalam menghadapi musim kemarau ekstrem.
Bantuan yang diberikan cukup banyak, antara lain 108 pompa, 13 rotavator, hand traktor 23, 181 irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan, yang secara serentak akan dilakukan pemasangan ditempat yang utamanya pertanian tadah hujan.
‘’Kemarin kita serahkan secara simbolis untuk poktan, termasuk tiga combi. Semoga bermanfaat untuk petani Lamongan,” ujar Bupati Yes.
Baca Juga: Belum Memenuhi Pagu, Sebanyak 34 SMP Negeri di Lamongan Lakukan Perpanjangan SPMB
Bupati Yes berterima kasih atas perhatian dari Pemerintah Pusat, karena dukungan kepada Lamongan yang dianggap sebagai lumbung pangan provinsi bahkan nasional.
Keberhasilan Lamongan tahun lalu dengan luas panen 193 ribu hektare dari luas baku sawah 95 ribu hektare, membuat Lamongan berhasil melampaui target luas tambah tanam dari pemerintah.
Indeks pertanaman naik signifikan dari 1,64 menjadi 2,1. Dan tentunya target LTT tahun ini juga dinaikkan dari 193 ribu hektare menjadi 233 ribu hektare.
‘’Kita terus mengupayakan dengan beberapa langkah termasuk membuat rencana aksi dan direspon baik oleh pusat, sehingga dikirim alat-alat pertanian modern untuk memudahkan petani,” terang Bupati Yes.
Selain itu, Bupati Yes juga terus berusaha melakukan pendampingan terkait pemilihan bibit yang baik, pemupukan serentak, dan melakukan pemberantasan hama.
Serta upaya-upaya yang dilakukan sebagai bentuk transformasi pertanian Lamongan yang lebih modern, dengan harapan panen masyarakat lebih besar. Kemudian nilai tukar petani (NTP) naik dan masyarakat lebih sejahtera serta memperoleh manfaat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito menambahkan, bantuan ini bukan diberikan individu tapi poktan. Sehingga bisa dimanfaatkan bersama, misalnya combi untuk membantu percepatan panen dan mengurangi risiko kehilangan.
Tujuh poktan yang mewakili antara lain Harapan Makmur Dumpiagung Kembangbahu, Tani Mulyo Kanoman Wonokromo Tikung, Sekar Gading III Sekaran, Tani Seger Satu Karangwungu Karanggeneng, Sri Manunggal Lopang Kembangbahu, Sekar Srengenge VI Sungegeneng Sekaran, dan Sumber tani dua Sumberbendo Mantup. (rka/ind)
Editor : Arya Nata Kesuma