LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek memberangkatkan jemaah haji 2026 kloter 30 dan kloter 31 di halaman Pendopo Lokatantra, Rabu (29/3).
Sejumlah delapan kloter yang akan diberangkatkan dari Lamongan, mulai kemarin hingga Kamis (30/4).
Baca Juga: Dua KA yang Melintas di Stasiun Lamongan Batal Berangkat, Terimbas Laka Kereta di Bekasi
Bupati Yes mengatakan, momentum keberangkatan ini merupakan penantian panjang yang akhirnya terwujud bagi para jemaah.
Karena para jemaah ini menunggu bertahun-tahun agar bisa berangkat dalam keadaan sehat.
‘’Alhamdulillah, bapak, ibu, para jemaah akhirnya penantian panjang bisa melaksanakan panggilan Allah SWT. Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar seperti harapan kita bersama,” ujar Bupati Yes.
Baca Juga: 164 Desa di Lamongan Belum Cairkan DD Tahap Satu
Bupati Yes berdoa agar seluruh jemaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Saat ini, kondisi cuaca yang memasuki kemarau menjadi isu global. Sehingga seluruh jemaah diharapkan menjaga kesehatannya.
Terutama memerhatikan asupan air agar tidak dehidrasi, sehingga bisa kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat dan mabrur.
Bupati Yes menuturkan, jumlah jemaah haji Lamongan tahun ini meningkat signifikan. Hal tersebut menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat Lamongan.
‘’Alhamdulillah jemaah haji Lamongan selalu tinggi, ini menjadi tanda kemakmuran masyarakat Lamongan yang harus kita syukuri bersama,” tutur Bupati Yes.
Jumlah jemaah haji yang berangkat tahun ini sebanyak 2.758 orang dan terbagi delapan kloter.
Jadwal pemberangkatan mulai pagi hingga malam hari, Hari Rabu, Kamis, dan satu kloter Jumat.
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah Lamongan Abdul Ghofur mengatakan, penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tagline Haji Ramah Lansia, Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan.
Kemudian diterapkan skema murur dan tanazul untuk memberikan kemudahan bagi jemaah, khususnya kelompok rentan.
Skema murur memungkinkan jemaah tidak bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina.
Sedangkan tanazul memungkinkan jemaah tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.
Baca Juga: Stoper Muda Persela Lamongan Yoga Pratama Alami ACL dan Disarankan Operasi
Untuk mendukung pelayanan disiapkan PPIH sebanyak 13 orang, tenaga kesehatan haji kloter (TKHK) 13 orang, PHD delapan orang, dan PIH KBIHU sebanyak 10 orang.
Dalam kesempatan ini, Bupati Yes menyerahkan penghargaan kepada jemaah haji tertua Mujiono, 90, asal Kedungpring dan jemaah termuda Najwa Amelia, 17, asal Solokuro. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan