radarlamongan - jawaposradarlamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, didampingi Wakil Bupati, Dirham Akbar Aksara, memimpin koordinasi dengan seluruh camat dan OPD melalui zoom meeting di ruang Command Center Pemkab Lamongan, kemarin (8/4).
Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dalam menghadapi perubahan pola kerja dan tantangan pembangunan, serta kesiapan menghadapi musim kemarau.
Bupati Yes mengatakan, transformasi budaya kerja menjadi kunci dalam menjaga kinerja pemerintahan.
Baca Juga: Tes Kemampuan Akademik Gelombang Kedua di Lamongan Berjalan Lancar
Perubahan sistem kerja seperti penerapan work from home (WFH), work from office (WFO) serta penyesuaian jam kerja merupakan bagian dari langkah efisiensi yang tidak boleh mengurangi produktivitas.
“Perubahan pola kerja harus diimbangi dengan peningkatan kinerja, termasuk pengurangan penggunaan energi maupun listrik tanpa mengurangi kualitas pelayanan,” ujar Bupati Yes.
Bupati menuturkan, setiap program dari perangkat daerah harus berorientasi pada asas kemanfaatan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, menghadapi kemarau panjang saat Agustus, bupati meminta dinas terkait melakukan pendataan dan pemetaan embung, normalisasi saluran air, serta penguatan jaringan irigasi. Seluruh kecamatan diinsturksikan mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas.
Selain itu, kesiapsiagaan juga dilakukan dengan menyiapkan armada pamadam kebakaran untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan maupun permukiman. Serta menyediakan air bersih oleh BPBD bagi desa yang rawan kekeringan.
“Kami juga minta selama kemarau agar tidak mengurangi luas tambah tanam, sehingga target produksi pangan tetap terpenuhi,” tutur Bupati Yes.
Wabup Dirham Akbar Aksara menambahkan, koordinasi lintas sektor penting untuk ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial melalui DTSEN.
Kecamatan berperan aktif sebagai motor penggerak dalam memastikan proses musyawarah desa berjalan objektif dan tanpa ego sektoral.
“Dengan komitmen bersama, target penurunan angka kemiskinan sebesar 11,95 persen pada tahun 2026 optimistis tercapai,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma