Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Bangun Jalan Perkebunan di 18 Titik di Lamongan, Pastikan Lahan Bebas Sengketa

Rika Ratmawati • Kamis, 19 Februari 2026 | 20:47 WIB
DIANGGARKAN RP 6,5 MILIAR: Jalan perkebunan terus digenjot perbaikannya agar rantai distribusi makin pendek. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
DIANGGARKAN RP 6,5 MILIAR: Jalan perkebunan terus digenjot perbaikannya agar rantai distribusi makin pendek. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Pemkab Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan perkebunan pada tahun ini.

Sebanyak 18 titik jalan dipastikan bakal tersentuh perbaikan guna mempermudah akses angkut hasil panen para petani tersebut.

Sekretaris DKPP Lamongan, Bakrudin, mengatakan, jumlah titik perbaikan tahun ini sebenarnya setara dengan tahun lalu.

Pada 2025, awalnya direncanakan 18 titik.

Namun, bertambah satu ruas pada Perubahan (P)-APBD, sehingga total menjadi 19 titik.

Tahun ini, anggaran Rp 6,5 miliar telah disiapkan.

Bakrudin menjelaskan, peningkatan infrastruktur perkebunan terus dilanjutkan agar rantai distribusi lebih pendek.

Jika akses jalan baik, maka pembeli bisa langsung ke lahan dan bertemu petani tanpa melalui perantara.

Sehingga, kesejahteraan petani bisa meningkat.

"Karena rantai penjualan lebih pendek dan petani bisa bertemu pembeli langsung," jelasnya. 

Konstruksi jalan nantinya mayoritas menggunakan rabat beton.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan, terutama menyangkut status lahan.

Pihaknya memastikan pembangunan hanya dilakukan di atas lahan resmi yang tidak bersengketa.

Selain itu, spesifikasi lebar jalan diatur agar minimal kendaraan roda tiga bisa melintas dengan lancar.

Pengerjaan proyek ini akan menggunakan skema padat karya.

Proses pembangunan bakal melibatkan masyarakat setempat secara gotong - royong.

Meski tidak melalui mekanisme lelang, Bakrudin menegaskan bahwa seluruh data proyek tetap diunggah ke Elektronik Penyelenggaraan Layanan (EPL) demi transparansi publik.

Estimasi pengerjaan mulai triwulan ketiga.

Menurut dia, penerima manfaatnya infrastruktur perkebunan ini petani tembakau dan jagung.

Dengan perbaikan infrastruktur, DKPP berharap harga jual di tingkat petani tetap tinggi karena biaya transportasi bisa ditekan.

"Kalau harga beli tinggi, petani semangat untuk tanam lagi," terangnya. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#lamongan banget #Jalan perkebunan #Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Lamongan #Pemkab Lamongan #pembangunan infrastruktur #gotong royong