radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Lamongan terus melakukan pemeliharaan rutin saluran drainase di wilayah perkotaan.
Langkah ini diambil menyusul meluasnya titik genangan dengan durasi yang lebih lama selama musim penghujan.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Lamongan, Andhy Kurniawan, mengatakan, pemeliharaan tersebut bertujuan memperlancar arus pembuangan air.
Dia mengakui adanya penyempitan saluran serta tingginya sedimentasi di sejumlah titik.
“Kami berusaha normalisasi saluran kota bertahap. Jadi, dipetakan yang paling mendesak untuk ditangani,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Hingga saat ini, pemeliharaan rutin telah menyasar beberapa titik krusial.
Di antaranya, Kelurahan Sidoharjo, Jalan Soewoko, Jalan Lamongrejo, hingga Jalan Basuki Rahmad.
Petugas di lapangan fokus mengangkat tumpukan sampah dan kotoran yang kerap memicu penyumbatan.
Andhy menjelaskan, salah satu kendala utama genangan di area kota adalah antrean pembuangan di sisi utara saat intensitas hujan tinggi.
Namun, pihaknya menargetkan durasi genangan tidak boleh lebih dari dua jam.
Selain pemeliharaan, pemkab juga melanjutkan proyek pembangunan drainase yang belum tuntas, seperti di Jalan Kusuma Bangsa.
Karena jalannya sudah baik, salurannya akan dituntaskan bertahap.
Saluran drainase diganti menggunakan box yang lebih besar agar aman.
Langkah serupa sebelumnya diterapkan di Jalan Merpati, Cokroaminoto, Kombespol, Pahlawan, hingga Andanwangi.
Tahun sebelumnya, sudah dilakukan perbaikan mulai dari saluran hingga bak kontrolnya.
Seperti di Jalan Merpati, Kusuma Bangsa, Cokroaminoto, Kombespol, Pahlawan, dan Andanwangi.
“Yang dinormalisasi menggunakan box culvert semua, jadi salurannya lebih besar dan aman,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma