radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Pemkab Lamongan terus mendukung upaya swasembada pangan.
Tak hanya fokus pada urusan pengairan melalui saluran irigasi, pembangunan jalan usaha tani (JUT) juga menjadi perhatian.
Tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan mematok target perbaikan di 113 titik ruas jalan.
Angka tersebut melonjak signifikan bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya menyasar 72 titik.
“Sekarang masih perencanaan RAB dan gambar, semoga bisa segera direalisasikan,” jelas Sekretaris DKPP Lamongan, Bakrudin.
Setiap titik pembangunan jalan usaha tani memiliki nilai kontrak bervariasi.
Mulai Rp 46 juta hingga Rp 185 juta.
Spesifikasi bangunan disesuaikan dengan kebutuhan medan di lapangan.
Ada yang berupa rabat beton, ada pula yang menggunakan sistem makadam.
Panjang jalan juga disesuaikan kebutuhan.
JUT bertujuan memermudah pengangkutan hasil panen ke pasar, mengurangi biaya transportasi dan logistik, meningkatkan akses input pertanian seperti benih, pupuk, dan pestisida.
Selain itu, mempermudah akses ke layanan pertanian seperti penyuluh dan kredit, meningkatkan kualitas hidup petani dan masyarakat desa.
“Program ini memberikan banyak manfaat karena memutus rantai penjualan yang panjang,” terangnya.
Bakrudin menambahkan, pembangunan jalan usaha tani ini menjadi bagian peningkatan infrastruktur pertanian yang nantinya terkoneksi dengan jalan poros desa.
Sehingga, petani lebih mudah untuk menjual hasil panen.
“Sekarang petani bisa langsung bertemu dengan tengkulak karena aksesnya sudah baik,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma