radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Pemkab Lamongan memberikan perhatian lebih bagi kepala rumah tangga perempuan (KRTP).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lamongan, Galih Yanuar Medi Pratama, menjelaskan, program pemberdayaan itu tahun ini ditargetkan 32 KRTP.
Salah satu bentuknya, memberikan permodalan berupa uang Rp 4 juta per KRTP.
Menurut dia, pemberdayaan KRTP masuk dalam program prioritas Yakin Semua Sejahtera (YSS).
Program YSS sudah dilaksanakan sejak 2022.
“Ini sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui program pemberdayaan sehingga lebih efektif mengatasi akar masalah kemiskinan,” jelasnya.
Dia menuturkan, pemberdayaan tidak selesai begitu saja setelah diberikan modal usaha.
Monitoring dan evaluasi dilakukan tiga kali dalam satu tahun.
“Monitoring tujuannya untuk memastikan KRTP ini memang masih mengembangkan usahanya, sehingga dievaluasi setiap tahun,” terangnya.
Pengentasan kemiskinan melalui pola pemberdayaan ini dinilai lebih efektif.
Hingga sekarang. program tersebut sudah menjangkau 294 KRTP dari Kecamatan Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Kembangbahu, Kedungpring, Lamongan, Laren, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, dan Turi.
KRTP itu berusia 17 - 57 tahun, sudah pernah menikah, masuk data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) desil 1-4, memiliki inkubasi usaha, dan memiliki kemauan menjalankan usaha.
Program KRTP ini menjadi salah satu kunci angka kemiskinan di Lamongan terus menurun.
Jika pada 2023 angka 12,42, maka tahun 2024 menurun 12,16.
Tahun 2025, angkanya turun kembali menjadi 12,03. Tahun ini, angka kemiskinan ditargetkan turun ke angka 11,95. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma