radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Sebagian warga yang terdampak kebanjiran tak hanya mengalami gatal – gatal.
Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan juga menemukan penyakit nyeri otot (myalgia), radang lambung (gastritis), kudis (skabies), dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinkes Lamongan, dr Chaidir Annas, mengatakan, karena tinggal di kawasan yang tergenang air, maka bisa berakibat warga menderita gatal – gatal, kutu air, kudis, dan nyeri otot.
Menurut dia, selain sudah ada pustu dan puskesmas, petugas juga membuka posko pemeriksaan kesehatan.
Annas khawatir adanya serangan penyakit leptospirosis.
Penyakit paska banjir ini ditularkan dari bakteri akibat urin kotoran hewan tikus yang bercampur air.
Bakteri ini bisa masuk ke manusia lewat luka atau selaput lendir yang menyebabkan flu, sakit kepala, hingga kerusakan hati.
"Kami berusaha mencegah adanya penyakit serius, dan sejauh ini masyarakat lebih siap karena penyakit yang ditemukan rata-rata kutu air," ujarnya.
Kepala BPBD Lamongan, Nalikan, menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang cukup ekstrem menyebabkan pohon tumbang, rumah rusak, jembatan ambrol, hingga banjir.
Bersama seluruh instansi terkait, termasuk TNI/Polri, pihaknya melakukan pembersihan sungai pembuangan dari dam Tambak Ombo hingga Kali Blawi dan Bengawan Jero.
Selain itu, lanjut dia, mendeteksi tangkis yang berpotensi sleding, melakukan penebalan dan pemadatan agar tidak jebol.
Kemudian, pemangkasan untuk meminimalisasi pohon tumbang, penambalan jalan yang berlubang, hingga menyediakan pengobatan gratis di lima kecamatan terdampak. Serta, mendirikan posko kesehatan di masing-masing desa.
Nalikan yang juga menjabat Sekda itu meminta tim melakukan pendataan rumah dan fasilitas umum serta sawah dan tambak yang tergenang, untuk diberikan bantuan sesuai kebutuhan.
"Kami akan terus berusaha memberikan pelayanan yang cepat dan tepat, dan pembuangan terus dibuka agar banjir bisa berkurang, dan menyediakan pengobatan untuk masyarakat terdampak," jelasnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma