LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Pemerintah Kabupaten Lamongan menjadi tuan rumah peluncuran program nasional SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya). Program unggulan quick wins dari Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN itu untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap aktif, sehat, mandiri dan produktif.
Peluncuran dirangkai dengan wisuda lansia, SOTH, dan pemberian bantuan dalam program Genting (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting) di Pendopo Lokatantra Lamongan, kemarin (4/12).
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek mengucapkan terima kasih karena launching SIDAYA dilaksanakan di Lamongan. Pemkab Lamongan berkomitmen untuk melakukan pembangunan keluarga inklusif dan berkeadilan.
Tidak hanya launching, tapi Mendukbangga Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd juga melakukan kunjungan ke beberapa keluarga yang berisiko stunting, lokasi MBG, hingga kunjungan ke kampung KB di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng.
Kunjungan lapangan ini memastikan program BKKBN memberi manfaat di lapangan, sesuai asta cita Presiden Prabowo Subianto. Tentunya dengan program Si Daya ini sebagai penegasan bahwa pembangunan dimulai dari kandungan hingga lansia, sebagai penekanan asta cita poin empat penguatan pembangunan SDM, dan peran perempuan.
Program ini juga selaras dengan RPJMD Lamongan 2025-2029, terwujudnya harmonisasi sosial masyarakat melalui program prioritas Lamongan sehat, yakin semua sejahtera, perintis, dan Lamongan nyantri.
‘’Terima kasih Pak Menteri sudah hadir bersama rombongan komisi DPR RI, yang tentunya akan menambah semangat para kader hingga orang tua asuh dalam melakukan pendampingan dalam mendukung program pusat maupun provinsi,” ucap Bupati Yes.
Bupati Yes menjelaskan, Lamongan memiliki 474 kampung KB yang terdiri dari 234 desa berstatus dasar, 118 berkembang, 36 mandiri, dan 86 berkelanjutan. Semua ini berkat dedikasi kader KB yang menjadi tulang punggung ketahanan keluarga di Lamongan. Pemerintah daerah juga terus mendukung program lansia aktif melalui Rosella, program kesejahteraan dengan memberikan bantuan sosial dan makanan.
Serta memastikan kesehatan lansia melalui program Laserku yang sudah menyasar 3.390 lansia. Semua ini juga ditopang dengan adanya 542 posyandu lansia aktif, untuk memperkuat budaya hidup sehat di desa.
Pemkab Lamongan terus memperkuat ruang belajar melalui sekolah orang tua hebat, yang salah satu tujuannya untuk menurunkan angka stunting. Saat ini angka stunting Lamongan turun signifikan, yakni 6,9 Tahun 2024.
Program 1.10.100 yang dikomandoi PKK menjadi jaminan seluruh bantuan tersalurkan akuntabel dan tepat sasaran. Program prioritas Presiden berjalan dengan baik di Lamongan, yang selaras dengan program prioritas Lamongan dan memiliki implementasi nyata di Jawa Timur.
Pertumbuhan ekonomi triwulan dua 4,58 persen, kemiskinan 12,03 dan IPM meningkat 75,90 persen. ‘’Alhamdulillah seluruh program pusat landing dengan baik di Lamongan, manfaatnya dirasakan masyarakat, dan semoga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas Bupati Yes.
Mendukbangga/ Kepala BKKBN Wihaji menuturkan, program Si Daya ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif lansia. Karena 12 persen penduduk Indonesia ini masuk era aging population (penduduk menua), sehingga diharapkan para lansia ini bisa menjadi bagian kontributor pembangunan.
Dengan SIDAYA harapannya lansia lebih aktif dan produktif, karena nantinya akan mendapatkan pendampingan baik lansia maupun keluarganya. ‘’Kita berharap lansia ini bisa lebih aktif dan produktif,” tuturnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta