radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lamongan Dirham Akbar Aksara mengajak TPPS untuk tertib dan aktif memperbarui data agar penanganan dan pencegahan stunting tepat sasaran.
Pembaharuan data untuk mengetahui ketimpangan geografis, efektivasi intervensi, mengatasi masalah multidimensi, hingga dasar pemantauan dan evaluasi.
Sebab, faktor stunting tidak hanya masalah gizi.
Juga faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berbeda di setiap daerah.
Menurut Mas Dirham, prevalensi stunting Lamongan terbaik nomor 2 Jawa Timur.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, tertib dan pemberdayaan data sangat diperlukan.
‘’Pembaharuan data ini penting agar usaha penurunan angka stunting tepat sasaran, karena faktor penyebab stunting cukup banyak dan harus kita evaluasi,” ujar Mas Wabup.
Angka prevalensi stunting di Kabupaten Lamongan terus menurun.
Tahun 2022 angka stunting Lamongan 27,5 persen, 2023 turun 9,4 persen, 2024 kembali turun ke angka 6,9 persen.
Pencapaian ini didukung dengan berbagai program inovasi penurunan dan pencegahan stunting.
Salah satunya kolaborasi Pemkab Lamongan bersama TP PKK Kabupaten Lamongan 1-10-100.
Program ini mengatasi stunting dengan memberikan paket makanan untuk anak balita berisiko, paket susu ibu hamil KEK selama 100 hari.
Untuk memastikan tepat sasaran, dalam pelaksanaan program dilakukan pemantauan rutin melalui posyandu setiap dua minggu.
Sehingga bantuan bisa dievaluasi perkembangannya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma