LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Pemerintah Kabupaten Lamongan ditetapkan sebagai kabupaten terbaik pertama, atas penyelenggaraan nama rupa bumi tingkat Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, kemarin (12/10).
Apresiasi ini diberikan sebagai komitmen atas kerja keras Pemerintah Kabupaten Lamongan, dalam mengelola dan melestarikan nama-nama rupa bumi di wilayahnya.
Karena nama rupa bumi ini memiliki peran penting dalam melindungi kedaulatan dan keamanan wilayah. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersyukur atas apresiasi yang diberikan Pemprov Jatim.
Apresiasi ini akan dijadikan penyemangat bagi aparatur pemerintahan dan masyarakat, dalam melestarikan rupa bumi sebagai wujud pelestarian budaya, nilai sejarah, dan komitmen tertib administrasi pemerintahan.
‘’Pemkab Lamongan akan terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan nama rupa bumi dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan pelestarian budaya,’’ ujar Bupati Yes.
Saat ini, jumlah titik yang sudah dibakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) sebanyak 10.687 titik untuk Kabupaten Lamongan. Jumlah ini dipastikan terus bertambah, karena proses pengusulan masih berlangsung, targetnya 46 ribu. Penamaan rupa bumi paling banyak di Lamongan adalah untuk perkantoran, lembaga sekolah, masjid, dan jalan.
Penamaan ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lamongan aktif dalam menelaah nama Rupa bumi di aplikasi SINAR (Sistem informasi nama Rupa Bumi) dari BIG. Penamaan ini memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Saat momen peringatan upacara bendera 17 Agustus 2025, Bupati Yes juga meresmikan tiga nama jalan. Yakni, jalan K.H. Ahmad Muhtadi, jalan Ronggo Aboe Amin, dan jalan Soekarno Hatta.
Penamaan jalan menggunakan nama pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan apreasiasi atas pengorbanan mereka. Serta sebagai bentuk pengenalan tokoh penting kepada masyarakat luas. Sehingga proses penamaan ini penting agar bangunan gedung, wisata, atau jalan bisa dijadikan objek identitas yang mudah dikenali. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta