radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Rehab Puskesmas Kusuma Bangsa dialokasikan sekitar Rp 1,9 miliar.
Rp 1, 3 miliar di antaranya untuk rehab dan sisanya pengadaan alat – alat kesehatan.
Saat ini, rencana pelayanan puskesmas yang memanfaatkan bangunan rumah sakit darurat itu prosesnya masih di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).
Baca Juga: Dua Puskesmas Di Kabupaten Lamongan Bakal Direhab, Rencananya Bangunan Lama Dibongkar Minggu Depan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, dr Chaidir Annas, menjelaskan, mekanisme pengadaan alat seperti alat diagnostic, peralatan gawat darurat/penunjang, alat pemeriksaan gigi dan mulut itu menggunakan sistem mini kompetisi atau lelang cepat.
Alasannya, sisa waktu tahun anggarannya tinggal tiga bulan.
Bangunan rumah sakit darurat itu memerlukan direhab untuk penyesuaian.
Annas mencontohkan fasilitas ruang rawat inap dan pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (poned) disesuaikan dengan standar Kementrian Kesehatan.
‘’Ada perubahan, penyesuaian masalah bangunan, teknisnya menunggu proses UKPBJ selesai,’' jelasnya.
Annas menjelaskan, tahun ini akan dituntaskan infrastruktur penunjang.
Sehingga, tahun depan bisa dimanfaatkan untuk pelayanan.
Dia menambahkan, tahun ini ada dua rehab puskesmas.
Selain Kusuma Bangsa, ada Puskesmas Sukodadi.
Di Puskesmas Sukodadi, ada perbaikan fasilitas rawat jalan karena ruangannya perlu diperluas. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma