LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Petani bawang merah di Desa/ Kecamatan Sukorame mulai panen. Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek mengatakan, budidaya bawang merah ini salah satu upaya diversifikasi pangan, untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.
Hal itu juga membuktikan bahwa tanah di Lamongan sangat subur, selain pertanian padi, tembakau, hingga jagung. Komoditas bawang merah juga bisa dibudidayakan di Lamongan.
‘’Alhamdulillah kita bisa panen bawang merah sebagai bentuk menjaga ketahanan pangan,” ujar Bupati Yes yang melakukan panen raya bersama Wabup Dirham Akbar Aksara dan Jajaran Forkopimda, kemarin (10/9).
Bupati Yes menjelaskan, bawang merah merupakan salah satu komoditi yang bisa menyebabkan inflasi. Selain beras dan minyak, sehingga adanya budidaya bawang merah ini diharapkan bisa menekan inflasi pada bahan pokok.
Karena itu, Pemkab Lamongan akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada petani, untuk melakukan budidaya bawang merah. Hingga Agustus tahun ini, terdapat 64 hektare lahan bawang merah yang sudah panen. Dengan produksi rata-rata 300 ton per hektare, dan kualitasnya juga sangat baik.
‘’Pengembangan komoditi bawang merah ini tidak hanya di wilayah selatan, juga ada di Sekaran, Babat dan lainnya,” jelas Bupati Yes.
Kepala Dinas KPP Mugito menuturkan, budidaya bawang merah memiliki banyak keuntungan dan kemudahan bagi petani. Selain harganya yang relatif tinggi, dalam proses budidaya tidak membutuhkan banyak air. Kemudian minim adanya gangguan organism pengganggu tanaman (OPT).
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok dari Kecamatan Sukorame. Di antaranya, combine harvester, benih bawang merah, cultivator, pompa air, alat perajang tembakau, handtraktor rotary, hingga jalan usaha tani yang semakin baik.
Bantuan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kemajuan pertanian petani wilayah Sukorame. Karena kemajuan pertanian akan berkontribusi dalam menunjang ketahanan pangan di Lamongan, dan mendukung swasembada pangan. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta