radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor hiburan bianglala masih minim.
Hingga mendekati Agustus berakhir, target Rp 412 juta baru terealisasi 59 persen.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, Teguh Ali Syahbudi, mengatakan, masih ada waktu yang bisa dimaksimalkan untuk menambah capaian PAD.
Penerimaan PAD disesuaikan dengan kunjungan wahana tersebut.
Menurut dia, secara umum kunjungan ke Alun - Alun Lamongan masih tinggi.
Ruang publik ini kerap menjadi jujukan di akhir pekan.
Namun, mereka yang berkunjung ke alun - alun tidak selalu naik bianglala.
Apalagi, bagi mereka yang sudah pernah naik sarana permainan tersebut.
“Kita akan maksimalkan, semoga bisa memenuhi target,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Menurut dia, salah satu penyebab pengunjung bianglala peminatnya menurun karena di antara mereka sudah pernah naik.
Kini, pendapatan karcis bianglala mengandalkan pengunjung luar kota.
Teguh berharap sejumlah even yang diselenggarakan di alun - alun bisa mendongkrak kunjungan bianglala.
“Kita masih upayakan semoga ada kenaikan signifikan di momen hari libur,” harapnya.
Teguh menuturkan, bianglala dilakukan pengecekan rutin agar berfungsi normal.
Sementara di alun - alun tidak ada penambahan fasilitas.
Hanya mengganti lantai atau keramik yang pecah dan lampu yang padam.
“Kalau rencana penambahan fasilitas pasti ada, tapi bertahap,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma