Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Program Aksi Biru untuk Tuntaskan Anak Tidak Sekolah

Rika Ratmawati • Kamis, 7 Agustus 2025 | 00:23 WIB

 

LAUNCHING PROGRAM: Rangkaian kegiatan launching program Anak Tidak Sekolah Kembali Sekolah melalui Bakti Insan Guru. (HUMAS KOMINFO/RDR.LMG)
LAUNCHING PROGRAM: Rangkaian kegiatan launching program Anak Tidak Sekolah Kembali Sekolah melalui Bakti Insan Guru. (HUMAS KOMINFO/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Pemkab Lamongan berusaha menuntaskan permasalahan anak putus sekolah dengan me-launching program Anak Tidak Sekolah Kembali Sekolah melalui Bakti Insan Guru (Aksi Biru) di aula Gajahmada Selasa (5/8).

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Moh Nalikan, menjelaskan, tantangan mewujudkan generasi emas Lamongan adalah menciptakan sumber daya manusia yang berpendidikan.

Sehingga, keberadaan anak tidak sekolah (ATS) harus dituntaskan.

‘’Tantangan ini harus diselesaikan. Jika anak tidak sekolah dibiarkan, maka dampak panjangnya ekonomi Lamongan melemah dan tingkat pendidikan turun,” ujarnya.

Berdasarkan data PUSDATIN per Juli 2025, terdapat 7.553 ATS di Lamongan.

Rinciannya, 4.318 anak belum pernah bersekolah (BPB), 1.937 drop out (DO), dan 1.298 anak lulus tidak melanjutkan (LTM).

Angka ini menurun dibandingkan 2022 yang tercatat 9.002 ATS, 4.754 BPB, 2.115 DO, 2.133 LTM.

Nalikan meminta 10 kecamatan dengan jumlah ATS tertinggi segera melakukan verifikasi data by name by address.

“Sebanyak 7.553 anak ini harus diverifikasi datanya, program harus tepat sasaran, sehingga permasalahan bisa dicarikan solusinya,” tuturnya.

Sepuluh kecamatan itu, Brondong (735 anak), Paciran (700 anak), Babat (682 anak), Laren (537 anak), Sekaran (424 anak), Maduran (382 anak), Solokuro (342 anak), Kedungpring (295 anak), Sugio (290 anak), dan Lamongan (254 anak).

Dinas Pendidikan Lamongan melibatkan 500 guru Himpaudi dan IGTKI dalam mendampingi anak –anak.

Satu guru mendampingi 15 anak asuh. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#IGTKI #lamongan #Pemkab Lamongan #himpaudi #Anak Tidak Sekolah ATS