LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Uri-uri budaya dengan melestarikan peninggalan nenek moyang terus dilanjutkan di sejumlah desa. Seperti yang dilakukan masyarakat Dusun Graman Desa Sambangrejo Kecamatan Modo Lamongan dengan sedekah bumi sebagai wujud rasa syukur sekaligus merawat budaya lokal.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hadir secara langsung mengikuti rangkaian sedekah bumi yang dilaksanakan kemarin, (22/7). Dusun Graman sendiri memiliki sejarah penting di masa kerajaan Jenggala. Saat itu, penduduk Desa Graman yang sekarang dikenal dengan Desa Sambangrejo memeroleh Prasasti Garaman dari Mapanji Garasakan.
Desa Graman sendiri dinobatkan sebagai desa otonom yakni desa yang bisa mengatur kebijakannya sendiri. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi warga dalam membela Mapanji Garasakan putra Airlangga.
Bupati Yes mengatakan, masyarakat Graman ini memiliki hak istimewa, punya otonomi daerah. Mereka punya hak untuk memungut pajak sendiri, sumber daya alam bisa dikelola sendiri.
Desa ini memiliki keunikan dan kekhasan, sehingga sedekah bumi ini sebagai pengingat. “Sedekah bumi ini harus dilakukan terutama untuk wilayah yang punya prasasti agar generasi muda juga ikut belajar dan merawat sejarah,” ujar Bupati Yes.
Bupati Yes menuturkan, pihaknya berupaya agar keberadaan budaya di Lamongan ini tidak luntur. Pemkab Lamongan bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto membuat replika prasasti dengan ukuran, bentuk, dan tulisan yang sama. Beberapa tempat sudah dibuatkan replika prasasti, terutama daerah Ngimbang, Sambeng.
“Kita buatkan bersama BPCB Mojokerto, replika dengan bentuk, ukuran, dan tulisannya sama dengan museum nasional,” tutur Bupati Yes.
Bupati Yes bersama Wabup Dirham turut serta dalam proses sedekah bumi yang dimulai dengan nyadran dari Balai desa Sambangrejo menuju sendrang Graman untuk melaksanakan doa bersama.
Arak-arakan ini diikuti masyarakat setempat dengan mengenakan pakaian ala kerajaan dan membawa gunungan hasil bumi dan diiringi treatrikal perang sempyoh. Antusiasme masyarakat membludak untuk menyaksikan kegiatan tersebut. (rka)
Editor : Anjar D. Pradipta