LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek bersama Wabup Lamongan, Dirham Akbar Aksara, ST, B.Eng, M.Sc meninjau panen raya di Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, Selasa (8/7).
Bupati Yes merasa lega karena panen raya musim kedua ini hasilnya luar biasa. Produktivitas naik dan harga juga melebihi HPP pemerintah Rp 6.500 per kilogram (kg).
''Alhamdulillah petani senang karena harganya tinggi. Mereka bersemangat untuk tanam lagi, sehingga Lamongan akan selalu menjadi lumbung pangan ke depannya,” ujar Bupati Yes.
Bupati Yes mengatakan, untuk target luas tanam di Lamongan 192.373 hektare (ha), dengan luas baku sawah 96.805 ha. Sehingga, dia mendorong optimalisasi MT III di beberapa wilayah untuk mencapai swasembada pangan.
“Pemkab mendorong untuk memilih bibit yang berkualitas seperti inpari 32 dan mempercepat masa tanam. Pastinya ketersediaan pupuk berusaha dicukupi, saluran sekunder dan tertier juga kita perbaiki, termasuk normalisasi waduk besar,” terang Bupati Yes.
Sebagai lumbung pangan Provinsi Jawa Timur, Bupati Yes berupaya agar petani di Lamongan juga mendapatkan bantuan benih berkualitas.
Sehingga bisa meningkatkan produktivitas. Harapannya target luas tambah tanam ini bisa meningkat, karena capaian per Juli ini 49,6 persen.
''Selain itu, Pemkab berupaya agar distribusi air ke pertanian warga lancar dengan rehabilitasi waduk dan jaringannya,'' imbuhnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Mugito menambahkan, untuk luas lahan panen sekitar 110 ribu ha dengan produktivitas 817 ribu ton gabah.
Karena panen masih berlangsung di beberapa kecamatan.
“Kalau di Desa Kedali ini kita bantu bibit dan pupuk cairnya, harapannya bisa menginspirasi petani lain untuk meningkatkan produksi gabahnya,” terangnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta