Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Panen Bersama dan Peresmian Kampung Pandu di Jotosanur Lamongan, Dihadiri Tokoh Penting

Rika Ratmawati • Selasa, 17 Juni 2025 | 19:39 WIB
Gubernur Jatim momotong pita sebagai simbolik peresmian kampung pandu di Jotosanur, Senin (16/6)
Gubernur Jatim momotong pita sebagai simbolik peresmian kampung pandu di Jotosanur, Senin (16/6)

LAMONGAN, RadarLamongan.co - Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Kodim 0812 Lamongan berkolaborasi, untuk mendukung swasembada pangan melalui kampung tanpa residu.

Inovasi yang dilakukan Kodim 0812 Lamongan yakni Kampung Pandu (ketahanan pangan terpadu). Dimana ada tiga sektor, yakni pertanian, peternakan, dan perikanan yang saling terintegrasi, sehingga tidak ada limbah yang terbuang sia-sia.

Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek mengatakan, tempat ini awalnya menjadi lokasi kejuaraan motorcross, yang kemudian disulap menjadi kampung pangan terpadu.

Sehingga di tempat ini sudah tidak ada limbah kotoran peternakan, karena semua diolah menjadi pupuk. Sisa hasil pertanian menjadi pakan ternak.

‘’Semuanya sudah diolah, dimanfaatkan dan bisa dibilang Kampung Pandu atau kampung tanpa residu,” ujar Bupati Yes ketika mendampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Kampung Pandu di Jotosanur, Kabupaten Lamongan, Senin (16/6).

Dari Kampung Pandu, Kodim 0812 mampu menghasilkan varietas padi unggul yakni PJM 01 hingga PJM 04.

Selain itu, Kampung Pandu telah menjadi tempat kolaborasi akademisi riset dan pengembangan inovasi dari Satgas Sego Boran (sinergi dan kolaborasi untuk negeri) dalam mendukung swasembada pangan.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebut integrated farming di Kampung Pandu Lamongan tidak hanya menyasar green economy atau pertanian saja, tapi turut mendukung dan menyentuh sektor peternakan dan perikanan yakni blue economy.

‘’Kalau ada yang mau bertanya mengenai konsep blue economy tidak perlu jauh-jauh, ke Kampung Pandu Lamongan saja, konsepnya tertata, ekosistemnya terbangun, dan recycle-nya luar biasa,” terangnya.

Khofifah mengapresiasi inovasi, kreativitas dan komitmen dilakukan dengan aksi nyata menghasilkan teknologi tepat guna.

‘’Semoga inovasi yang berkembang di Kampung Pandu bisa direplikasikan di seluruh Jatim,’’ ucapnya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menambahkan, integrated farming tidak harus satu tempat berdampingan, tapi terintegrasi manfaatnya di seluruh sektor.

Integrated farming akan dikembangkan di masing-masing komando resor militer di Jatim, dengan lahan 10 hektare untuk swasembada pangan.

‘’Saya ingin kegiatan ini berkembang, tidak harus satu lokasi. Intinya kita mensinergikan potensi yang ada untuk dimanfaatkan satu sama lain dan berinovasi,” tambahnya. (rka/ind)

 

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#Khofifah Indah Parawansa #bupati lamongan #Gubernr Jatim #Yuhronur Efendi #pangdam v brawijaya