LAMONGAN, RadarLamongan.co - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor rumah potong hewan (RPH) mulai Januari – Mei masih 35 persen.
Seperti diketahui, target ditetapkan Rp 280 juta per tahun, yang masih terealisasi sekitar Rp 98 juta dalam lima bulan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Lamongan, Shofiyah Nurhayati menjelaskan, untuk realisasi masih terdata hingga Bulan Mei. Sebab data bulan ini masih diproses dan belum masuk.
‘’Insya Allah akan kita kejar targetnya, bulan ini kita sangat terbantu dengan momen Idul Adha yang pastinya mendongkrak pendapatan dari RPH,’’ ujarnya.
Dalam tiga hari, seluruh RPH mampu melayani puluhan ekor sapi kurban. Namun yang paling banyak tetap di RPH Sidoharjo dibanding Babat dan Pucuk, karena petugas dan alatnya lengkap.
Selain itu, untuk penerimaan juga terbantu dengan RPH unggas yang sekarang sudah beroperasi setiap hari. Shofi mengaku sejauh ini tidak ada kendala dalam pelayanan.
Bahkan untuk petugas juga semakin terlatih. Namun, menurut dia, kesadaran dari penjual daging sapi dan ayam harus ditingkatkan, agar lebih maksimal dalam memanfaatkan jasa pemotongan dari daerah.
‘’Kita sudah memiliki alat potong canggih untuk unggas, dan petugas yang paham syariat untuk memotong hewan yang akan dijual sehari-hari, pelanggan tidak perlu khawatir,’’ imbuhnya.
Shofi menuturkan, target yang ditetapkan sudah lebih tinggi dari sebelumnya. ‘’Semoga realisasi yang lebih tinggi, bisa menambah penerimaan daerah,’’ pungkasnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta