LAMONGAN, Radarlamongan.co - Ratna tidak pernah menyangka, produk sambal rumahan yang dibuatnya berhasil lolos kurasi ke Hongkong. Dia sangat senang Pemkab Lamongan melalui Disperindag memberikan fasilitasi bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya ke kancah internasional.
Melalui program UMKM Go Internasional, pelaku UMKM didampingi dalam mencari buyer, dibina dari mitra pemerintah expor center Surabaya sehingga produknya bisa dipasarkan di luar negeri. Saat ini, dia mempersiapkan tiga produk yakni sambal pecel, sambal sate, dan sambal gado-gado sesuai permintaan pembeli.
"Semoga ini awal yang baik agar bisa memperluas jaringan penjualan ke negara lain, kami pelaku usaha kecil sangat terbantu," ujarnya.
Sementara Rima dan Miftahul, sepasang suami istri ini lebih dulu berhasil merasakan manfaat UMKM Go Internasional. Karena sejak 2022, mereka sudah berhasil menembus pasar Hongkong dengan produk tas dan pouch.
Kemudian Jepang dengan permintaan mencapai 150 clutch premium, tahun 2023 merambah pasar Arab Saudi untuk tas dan clutch. Tahun 2024 mereka mulai menembus pasar Singapura untuk produk terbaru hijab.
Rima mengaku sangat terbantu dengan program pemerintah, karena mereka sering dilibatkan dalam even besar yang tentunya menjadi peluang pasar baru. Dalam even internasional yang diikuti akan menambah pengetahuan dalam meningkatkan kualitas produk.
"Kami sangat terbantu dalam menemukan pasar dan meningkatkan kualitas, semoga bisa memotivasi teman UMKM lain untuk menembus pasar internasional," terangnya.
Program prioritas Pemkab lain yang berhasil meningkatkan kepuasan masyarakat yakni Lamongan Menyala. Kades Sugihwaras Deket Ilham Sugiono mengatakan, masyarakat sangat senang dengan tambahan penerangan jalan umum (PJU) baru dan pemeliharaan rutin yang dilakukan Pemkab.
Karena tambahan 25 titik di wilayahnya dampaknya luar biasa. Jika biasanya pekerja pabrik yang sif malam, mereka harus diantar jemput keluarga karena gelap sekarang berani sendiri.
"Warga cukup senang, dengan PJU menyala mereka tidak perlu khawatir lagi karena merasa lebih aman dan tenang," jelasnya.
Pemerintah juga berkomitmen mendukung swasembada pangan dengan menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan produksi dan terobosan baru melalui pemanfaatan lahan tidur. Pemkab juga memastikan harga gabah dibeli sesuai dengan HPP.
Ketua kelompok tani Babat Abdul Hadi mengaku senang, dua kali panen harganya tinggi. Harga paling rendah Rp 6.500perkilo, untuk kualitas yang terbaik bisa dibeli di atas harga Rp 7000.
Pemkab Lamongan juga sangat memperhatikan petani, karena pupuk bersubsidi cukup, bantuan benih unggul selalu ada, bantuan sarpras seperti traktor dan infrastruktur pertanian juga ada.
"Selain tahun ini kemaraunya pendek kami juga senang dengan program normalisasi irigasi yang disiapkan pemerintah, sehingga petani tidak kekurangan air," jelasnya (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta