radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Tahun lalu, pendapatan asli daerah (PAD) bianglala ditarget Rp 393 juta.
Realisasinya, kurang Rp 12 juta.
Tahun ini, target PAD dari wahana wisata di Alun – Alun Kota Lamongan itu dinaikkan menjadi Rp 424 juta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, Andhy Kurniawan, menjelaskan, retribusi dari karcis penumpang bianglala nantinya masuk ke kas daerah.
Dana tersebut nantinya untuk membantu pembangunan di Lamongan.
Termasuk, peningkatan fasilitas publik seperti alun - alun.
Baca Juga: Dorong Penguatan Hukum, Pemkab Lamongan Teken MoU dengan Kejari
“Kami akan berupaya untuk memenuhi target, tujuannya agar peningkatan fasilitas publik bisa terus berlanjut,” jelasnya.
Andhy mengatakan, dinas bisa mengusulkan penambahan fasilitas.
Misalnya tahun lalu.
Ada penambahan payung, perbaikan air mancur, perbaikan lampu hias, dan pengadaan cctv.
Rencananya tahun ini ditambah fasilitas permainan anak.
Andhy mengklaim target tahun lalu tidak terealisasi karena dalam satu minggu tidak full operasional.
Penyebabnya, ada maintenance.
Saat ini, maintenance dimaksimalkan pagi.
Tujuannya, sore dan malam bisa buka full.
“Kita harus memastikan keselamatan, kalau hujan tidak beroperasi,” imbuhnya.
Menurut Andhy, alun - alun masih menjadi objek hiburan masyarakat di akhir pekan.
Pemkab berusaha agar alun - alun bisa menjadi tempat bersantai yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
Dia meminta pengunjung menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma