radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Pemkab Lamongan kembali mengusulkan kuota BBM untuk wilayah setempat.
Usulan ini untuk jenis BBM tertentu (JBT) solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamongan, Edy Yunan Achmadi, mengatakan, usulan sudah masuk di Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.
Usulan itu disesuaikan kebutuhan.
Pertalite misalnya. Usulannya disesuaikan dari kebutuhan SPBU.
Namun, kuota yang menentukan BPH migas.
BBM JBT yang diusulkan terdiri atas 15 ribu liter untuk perikanan, 12 ribu liter usaha pertanian, 10 ribu liter pelayanan umum, 20 ribu liter usaha mikro, dan 86,5 ribu untuk transportasi.
Sedangkan untuk JBKP, usulan Lamongan 118.891 liter.
“Kita berupaya agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi semua, karena aturannya memang harus diusulkan setiap awal tahun,” ujarnya.
Yunan berharap tidak sampai ada kekurangan BBM di Lamongan.
Sementara itu, Section Head Communication and Relation Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan, menjelaskan, setiap kabupaten/kota diminta mengusulkan kebutuhan.
Kuota subsidi yang diberikan ke masing-masing daerah nantinya disesuaikan dengan kemampuan negara.
Menurut dia, konsumsi Pertalite paling besar dibandingkan jenis lain.
“Intinya kuota subsidi tetap ada tapi disesuaikan dengan kemampuan, dan harapannya bisa tepat sasaran,” harapnya.
Taufiq menambahkan, meski ada kuota, tetap disediakan tambahan untuk menghadapi libur hari raya, libur natal, dan tahun baru.
Namun, tambahannya tidak banyak. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma