Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Memasuki Musim Kemarau, 65 Waduk di Lamongan Mulai Dinormalisasi

Anjar Dwi Pradipta • Rabu, 7 Agustus 2024 | 19:51 WIB
MENGERING: Mayoritas tampungan air sudah mengering, termasuk Waduk Lopang di Kecamatan Kembangbahu. (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)
MENGERING: Mayoritas tampungan air sudah mengering, termasuk Waduk Lopang di Kecamatan Kembangbahu. (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)

LAMONGAN, Radar Lamongan — Kemarau yang cukup panjang membuat mayoritas waduk atau embung mulai mengering. Ini menjadi waktu yang tepat merealisasikan proyek pengerukan waduk atau embung. 

Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PU SDA) memastikan pengerukan waduk dan embung mulai dikerjakan. Sebanyak 10 alat berat diterjunkan untuk mempercepat proses pengerjaan. 

Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Gunadi menjelaskan, debit waduk dan embung berkurang, karena air tampungan sudah didistribusikan ke pertanian warga. Untuk itu program pengerukan mulai dikerjakan. 

Dia mengatakan, ada sekitar 65 titik yang akan dikerjakan. Jenis kegiatannya perbaikan jaringan dan pengerukan, karena sudah terjadi sedimentasi.

Normalisasi ini bisa pengerukan dan perbaikan jaringan, saat ini yang sedang dilakukan pengerukan untuk memaksimalkan daya tampung,” ujarnya. 

Gunadi menuturkan, pengerukan bervariatif kedalamannya antara 1-3 meter dengan menyesuaikan lokasi.

Titiknya antara lain Waduk Canggah, Takeran, Lopang, Tebluru, Solokuro, Dadapan, Kedungwaras, Tunggunjagir, dan beberapa waktu lainnya. 

Menurut dia, untuk pekerjaan pengerukan baru dimulai bulan lalu. Sedangkan untuk jaringan sejak Juni sudah mulai pengerjaan, karena jaringan ini untuk memudahkan distribusi ke pertanian warga. 

Meski jenis kegiatannya berbeda, tapi normalisasi waduk dan embung ini akan berkelanjutan. Setiap desa bisa mengajukan jika memang perlu dibantu untuk normalisasi. 

Harapannya waduk dan embung ini bisa maksimal dalam menampung air selama musim penghujan, serta kebutuhan air untuk pertanian bisa terpenuhi. Menurut dia, pekerjaan normalisasi ini ditarget tuntas Oktober sebelum musim penghujan. Sehingga ketika hujan turun, waduk dan embung bisa berfungsi optimal. 

Kita sedang berupaya memaksimalkan pekerjaan di lapangan, sekarang masih terus berjalan,” terangnya. (rka/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#Normalisasi #pengerukan #lamongan #waduk #musim kemarau