LAMONGAN, Radar Lamongan - Puskesmas Lamongan terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satunya dalam menangani masalah HIV/AIDS.
HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus HIV.
Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh, sehingga sangat mudah terinfeksi berbagai macam penyakit lain yang disebut dengan AIDS.
Jumlah temuan kasus baru HIV cenderung meningkat.
Di Kecamatan Lamongan Tahun 2021 sebanyak 5 kasus, Tahun 2022 sebanyak 12 kasus, dan Tahun 2023 sebanyak 14 kasus.
Penyakit HIV/AIDS dianggap berbahaya dan mematikan oleh masyarakat, sehingga penderitanya banyak dijauhi serta dikucilkan.
Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat takut untuk melakukan skrining HIV, meskipun mereka termasuk kelompok berisiko.
Berdasarkan kondisi tersebut, Puskesmas Lamongan berinovasi Masyarakat Peduli HIV/AIDS (MAS PII).
Yakni gerakan meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam rangka meningkatkan cakupan orang yang diskreening HIV sedini mungkin.
Salah satunya melalui penyuluhan terkait HIV di instansi pendidikan dan masyarakat, mobile VCT ke kafe, warung, tempat hiburan, lapas, dan skrining kesehatan HIV mandiri secara online melalui website Mas PII.
Inovasi ini juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah, kepolisian (Babinsa, Babinkabtibmas), serta organisasi non-pemerintah dalam upaya penjaringan dan skrining kelompok.
Inovasi MASPII memberikan solusi yang efektif dan efisien bagi masyarakat, sehingga meningkatkan capaian orang yang berisiko untuk melakukan pemeriksaan HIV.
Kegiatan ini juga merupakan upaya dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat HIV/AIDS menuju Indonesia sehat 2030. (*)
Editor : Anjar D. Pradipta