Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Bupati Yes Apresiasi Program Pompanisasi Kementan

Anjar Dwi Pradipta • Rabu, 20 Maret 2024 | 22:15 WIB
BERSINERGI : Bupati Yes dan Forkopimda, mendampingi Dirjen PSP Kementan, Ali Jamil meninjau Pompa di Desa Pringgoboyo Maduran (ist)
BERSINERGI : Bupati Yes dan Forkopimda, mendampingi Dirjen PSP Kementan, Ali Jamil meninjau Pompa di Desa Pringgoboyo Maduran (ist)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Kabupaten Lamongan merupakan salah satu lumbung pangan nasional, dengan produksi pertanian padi mencapai 1,1 juta ton setiap tahunnya.

Karena itu, menghadapi musim tanam bulan April hingga September, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) berkunjung langsung ke Lamongan, untuk memaksimalkan gerakan pompanisasi. 

Dirjen PSP Kementan, Ali Jamil menyebut, gerakan pompanisasi ini paling efektif untuk pengairan sawah tadah hujan selama musim kemarau.

Pompanisasi ini untuk mengaktifkan sawah tadah hujan ketika musim tanam kedua, serta memastikan petani bisa tanam.

Ali menjelaskan, secara nasional program pompanisasi ditargetkan 1 juta hektare (ha) lahan tadah hujan, yakni 500 ha di wilayah Jawa dan 500 ha di luar Jawa. 

Lamongan luas baku sawah terbesar nomor satu di Jawa Timur lebih dari 95 ribu, luas baku sawah di Jatim mencapai 1,21 ha, serta 30 ribu ha merupakan sawah tadah hujan di Lamongan.

Sehingga 30 ribu ha ini mohon diusulkan pompanya, bisa disebutkan pompa saja atau dengan rumah pompa, ukuran, dan berapa unit,” jelasnya ketika mengunjungi Desa Turi, Kecamatan Maduran, kemarin (19/3). 

Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA mengapresiasi dan menyambut baik program pompanisasi yang diharapkan dapat menambah luas tanam di Lamongan.

Dari 95 ribu ha lahan baku, 30 ribu ha sering kesulitan tanam karena lahan tadah hujan. Sehingga program pompanisasi sangat dibutuhkan petani. 

Kami menyambut baik dan akan segera mencari titik tersebut.

Saya yakin akan disambut baik oleh petani lahan tadah hujan, untuk meningkatkan indeks pertanaman hingga dua kali musim,” ujar Bupati Yes. 

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen PSP bersama Bupati Lamongan dan jajaran Forkopimda meninjau pompa di Desa Pringgoboyo, Maduran.

Pompa tersebut mampu mengkaver 224 ha lahan di desa Pringgoboyo dan Turi.

Yakni menggunakan sistem saluran yang dibuat untuk menaikkan air dari sungai Bengawan Solo ke saluran irigasi, yang dialirkan ke saluran tertier untuk mengaliri lahan pertanian. 

Untuk menyambut musim tanam kedua, Kementan memberikan bantuan benih padi inbrida untuk 16 ribu ha senilai Rp 5,4 miliar, benih jagung hibrida 12 ribu ha senilai Rp 10 miliar, 2 pompa air 8 dim, dan asuransi pertanian sebesar Rp 69 juta. (rka/ind)

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#Pompanisasi #Yuhronur Efendi #lamongan #Bupati YES #kementan