LAMONGAN, Radar Lamongan - Debit sungai Bengawan Solo meningkat dalam beberapa hari ini.
Sejak Senin, tiga kecamatan di Lamongan yakni Babat, Laren, dan Maduran terdampak luapan sungai Bengawan Solo. Namun mulai kemarin air sudah surut.
Kalaksa BPBD Lamongan, Joko Raharto menjelaskan, banjir yang terjadi karena ada kenaikan debit air sungai Bengawan Solo.
Curah hujan yang tinggi membuat sungai meluap. Akibatnya beberapa kecamatan di wilayah sekitar Bengawan Solo terdampak.
Namun air sudah surut, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan normal.
Tren Bengawan Solo saat ini sudah turun, dan luapan di permukiman hingga pertanian sudah surut, tutur Joko.
Menurut Joko, karena TMA Bengawan Solo sudah turun, maka pintu air di dua titik lingkungan Kelurahan Babat sudah dibuka.
Dia mengatakan, upaya-upaya masih terus dilakukan dengan kolaborasi bersama kecamatan dan instansi terkait.
Salah satunya mengenai penggunaan pompa pembuangan, untuk memastikan air tidak sampai meluap di permukiman warga.
Selain itu, BPBD Lamongan juga mendirikan posko kesiapsiagaan bencana. Serta intens mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak, melakukan assignmen ke lokasi kejadian, dan terus memantau perkembangannya bersama lintas sektor.
Kita terus cek ke lapangan dan komunikasi dengan camat, Dinas SDA, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi, terangnya.
Joko mengaku, dukungan penuh Bupati Yes dalam hal antisipasi kebencanaan sangat luar biasa.
Salah satunya dengan menambah kapasitas pompa, memperbaiki jaringan pembuangan, dan memastikan semua pompa berfungsi lancar.
Berdasarkan pantauan terakhir, debit Bengawan Solo terus mengalami penurunan. Ketinggian TMA Babat turun 9.14 m, hulu turun 7.28 m, floodway turun 5.45 m.
Semoga semakin surut, dan akan mudah surut kalau Bengawan Solo surut," harapnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta