Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Partisipasi Pemilih pada Pilkada Serentak 2024 di Lamongan Turun, Ini Tanggapan KPUK Lamongan

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 2 Desember 2024 | 23:20 WIB
LANCAR: KPUK Lamongan memastikan rekapitulasi di tingkat kecamatan seluruhnya selesai, Minggu (1/12). Hasilnya tampak jumlah pemilih tahun ini menurun. 
LANCAR: KPUK Lamongan memastikan rekapitulasi di tingkat kecamatan seluruhnya selesai, Minggu (1/12). Hasilnya tampak jumlah pemilih tahun ini menurun. 

LAMONGAN, Radarlamongan.co - Tingkat kehadiran pemilih pada Pilkada serentak di Lamongan mengalami penurunan. Berdasarkan hasil rekapitulasi kecamatan, partisipasi pemilih turun sekitar empat persen. 

Jumlah pemilih di Pilkada Lamongan 2020 mencapai 77,6 persen. Sedangkan, jumlah pemilih di Pilkada Lamongan tahun ini sekitar 73,5 persen.

Total keseluruhan jumlah yang hadir mencoblos sebanyak 761.908 pemilih dari 1.035.507 daftar pemilih tetap (DPT) di Lamongan.

Ketua Komisioner KPUK Lamongan, Mahrus Ali membenarkan jika partisipasi pemilih pada Pilkada Lamongan 2024 turun jika dibanding Pilkada 2020. Namun, menurut dia, partisipasi tersebut tidak tergolong rendah.

‘’Masih tergolong menengah ke atas itu, pada prinsipnya cuman kalau perbandingan dari Pilkada 2020 kemarin, memang ada penurunan,’’  terang Mahrus.

Mahrus menjelaskan, ada sejumlah faktor penyebab penurunan pemilih. Menurut dia, saat Pilkada 2020 bertepatan dengan pandemi Covid-19, yang membuat mobilitas warga dibatasi. Sehingga banyak warga yang bisa datang ke tempat pemungutan suara (TPS). 

‘’Tapi tidak bisa disimpulkan lebih awal, hal ini nanti ada evaluasi,’’ ujarnya.

Sementara itu, Mahrus memastikan rekapitulasi tingkat kecamatan sudah rampung seluruhnya, yang segera dilanjutkan rekapitulasi tingkat kabupaten.

‘’Sedangkan, untuk logsitik D hasil kecamatan dalam kotak penyimpanan sudah dibawa ke KPUK Lamongan,’’ imbuhnya. 

Akademisi Universitas Islam Lamongan, Abid Muhtarom menilai, penurunan partisipasi pemilih sejalan dengan menurunnya tingkat kepercayaan pada paslon yang maju di Pilkada. 

‘’Kurangnya pendekatan yang tepat terhadap masyarakat,’’ ucap Abid. 

Akademisi Unisda Lamongan, Sholihin mengatakan, penurunan angka partisipasi masyarakat dapat dihubungkan dengan beberapa faktor.

Pertama rendahnya pendidikan politik masyarakat, yang membuat banyak warga kurang memahami pentingnya peran mereka dalam proses demokrasi. 

‘’Minimnya sosialisasi dan edukasi Pemilu yang efektif dari pemerintah, serta dominasi berita sensasional dibandingkan informasi edukatif.

Hal itu memperparah situasi ini, sehingga masyarakat cenderung apatis terhadap Pemilu,’’ ujarnya.

Selain itu, diakuinya, dominasi kandidat petahana dan kurangnya alternatif kandidat yang kompetitif turut mempengaruhi.

Tingginya elektabilitas petahana menciptakan persepsi bahwa hasil Pilkada sudah dapat diprediksi, yang membuat pemilih merasa tidak perlu berpartisipasi. 

‘’Sementara itu, minimnya kandidat yang dianggap kompeten dan memiliki visi yang menarik, membuat warga kehilangan motivasi untuk memilih, karena merasa tidak ada perubahan berarti yang dapat dihasilkan,’’ ucapnya.

‘’Untuk meningkatkan partisipasi di masa depan, diperlukan langkah konkret, seperti peningkatan pendidikan politik,’’ tuturnya. (sip/ind)

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#bawaslu #lamongan #partisipasi #Universitas Islam Lamongan