Radarlamogan.co - Pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Lamongan nomor urut dua, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, MEK, dan Dirham Akbar Aksara, ST, B.Eng, M.Sc tampil mengesankan dalam debat perdana di Graha Pena Surabaya, Kamis (24/10).
Keduanya dengan penuh percaya diri menyampaikan visi, misi, program, dan keberhasilan capaian dalam kepemimpinan 3,5 tahun sebelumnya.
Cabup Lamongan nomor urut dua, Yuhronur Efendi menjelaskan, 3,5 tahun yang lalu pihaknya dilantik menjadi Bupati Lamongan. Dalam kondisi penuh tantangan, karena saat itu ada gempuran pandemi Covid-19.
Dengan inovasi dan kebijakan yang diberlakukannya, membuat Kabupaten Lamongan mampu bangkit kembali menata ekonomi. Terutama dengan memanfaatkan potensi yang ada, dengan melakukan percepatan yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat.
Menurut dia, Kabupaten Lamongan tidak kaya dengan sumberdaya energi. Namun, Lamongan memiliki potensi produksi padi terbesar di Jatim serta perikanan, baik budidaya maupun perikanan tangkap mempunyai potensi nomor dua di Jatim.
‘’Untuk itulah kita tetap konsisten menjadikan Lamongan sebagai lumbung pangan sekaligus sebagai ketahanan pangan, dan mendorong swasembada pangan sebagaimana yang dicita-citakan oleh Prabowo Subianto,’’ imbuh Pak Yes, sapaan akrabnya.
Dalam mengatasi persoalan sampah, Yes juga memaparkan inovasinya. Seperti melalui program sampahku tanggung jawabku (Samtaku), yang bekerjasama dengan pihak swasta. Inovasi tersebut terbukti sukses menurunkan sampah di Lamongan.
Kedepan pihaknya ingin merealisasikan TPS dan TPA yang terintegrasi, dengan didukung TPST berteknologi modern. Sehingga pengolahan yang sudah dimulai dari pemilihan di tingkatan RT, sehingga menjadi zero waste (gaya hidup yang bertujuan untuk meminimalkan sampah setiap harinya).
‘’Saya yakin dengan TPA terintegrasi, nanti pesoalan sampah akan selesai ketika Yes-Dirham diberi amanah oleh masyarakat Lamongan,’’ ucap Pak Yes.
Untuk meningkatkan layanan kesehatan, Pak Yes menerapkan pelayanan kesehatan secara merata dan adil. Khususnya untuk rumah sakit di wilayah selatan RSUD Ngimbang, di wilayah barat RSUD Karangkembang, dan di wilayah tengah RSUD dr. Soegiri,
Kemudian pada tahun ini bakal dibuka RSUD Ki Ageng Brondong di wilayah pantura Lamongan. Selain itu, terdapat program inovasi Lamongan sehat, dengan kunjungan rumah (Laserku), yang terbukti berhasil mengayomi 3.327 KK.
‘’Pada prinsipnya layanan kami merata, adil, dan kita peruntukkan bagi seluruh masyarakat Lamongan,’’ tuturnya dengan senyum ramah.
Program prioritas telah diimplementasikan oleh Pak Yes, yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lamongan.
Namun, cabup yang berpengalaman sebagai birokrat ini mengaku, masih belum bisa menyelesaikan seluruh harapan saat menjabat 3,5 tahun. Hal itu menjadi spiritnya untuk menyelesaikan amanah pada periode berikutnya.
‘’Dan saya yakin dengan kolaborasi dan prestasi yang kita capai, dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat,’’ kata Pak Yes.
‘’Insya Allah pasangan Yes-Dirham yakin akan membawa Lamongan dalam bagian aglomerasi besar di Jatim, tentu menjadi Lamongan berdaya saing,’’ imbuhnya.
Cawabup Lamongan nomor urut dua, Dirham Akbar Aksara memuji kepemimpinan Pak Yes yang memiliki banyak inovasi, dengan tujuan memperluas akses pendidikan di masyarakat.
Meliputi inovasi program beasiswa pendidikan berkualitas dan gratis (Perintis) untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, S1, hingga S2 yang manfaatnya sudah dirasakan 18 ribu siswa-siswi di Lamongan.
‘’Sehingga perluasan dari program beasiswa, kita membawa program baru, yakni Lamongan nyantri. Sehingga tidak hanya pendidikan formal, tapi pendidikan non-formal atau swasta kita perhatikan, dan tidak ada pilih kasih antara swasta maupun negeri,’’ ucap peraih gelar master of science di Erasmus Univerity, Rotterdam di Belanda tersebut.
‘’Karena kita paslon dua punya prinsip bahwa sumber daya manusia adalah kekuatan utama di Kabupaten Lamongan, sehingga tanpa pandang bulu, akses pendidikan menjadi hak seluruh golongan masyarakat di Lamongan,’’ sambungnya.
Disinggung strategi dan program paslon nomor urut dua dalam menurunkan stunting di Lamongan. Dirham menjelaskan, pada Tahun 2022 angka stunting sebesar 27 persen. Selanjutnya pada Tahun 2023 angka stunting turun menjadi 9 persen. Sehingga terjadi penurunan signifikan.
Hasilnya, Pak Yes menerima penghargaan kategori penurunan prevalensi stunting tertinggi tahun ini. Keberhasilan tersebut tak luput dari tangan dingin dan inovasi Pak Yes, seperti adanya program 1-10-100, yaitu satu paket bantuan untuk 10 pasien stunting atau pencegahan, dilakukan selama 100 hari, sebagai langkah turunkan stunting.
‘’Kedepan program ini terus dievaluasi agar lebih baik lagi untuk menekan stunting. Pak Yes bersama Dirham kami siap menerima penghargaan ditahun kedepan,’’ ujarnya.
Sebagai pasangan Dwi Tunggal yang saling melengkapi, Pihaknya optimistis mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkelanjutan. ‘’Ekonominya semakin tumbuh, pembangunan semakin merata, dan warganya harmonis, maka dari itu kepemimpinan ini harus dilanjutkan,’’ tegas Dirham. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta