Radarlamongan.co- Calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Lamongan nomor urut satu, H. Abdul Ghofur dan Firosya Shalati mampu mencuri perhatian publik.
Sebagai sosok santri, pasangan Bagus (H. Ghofur-Firosya) memiliki visi besar untuk membawa perubahan signifikan di Kabupaten Lamongan.
Cabup Lamongan nomor urut satu, H. Abdul Ghofur memaknai hari santri nasional pada Tanggal 22 Oktober 2024.
Dia menjelaskan, sebagai santri harus memperhatikan hari santri nasional, yang sudah biasa dilaksanakan di kabupaten-kabupaten lain, termasuk di Lamongan
‘’Saya bersama Mas Firosya, kedepannya untuk lebih memperhatikan pada momen-momen hari santri tersebut. Apalagi di Kabupaten Lamongan banyak sekali pondok pesantren,’’ terangnya.
Menurut dia, perbup tentang pondok pesantren (ponpes) belum keluar, yang menunjukkan pemerintah daerah kurang memperhatikan ponpes.
Sehingga, dia berjanji jika terpilih nantinya akan mengeluarkan perbup tentang ponpes. Sebab, jika perbup sudah dikeluarkan maka perhatian terhadap ponpes lebih besar lagi.
‘’Nantinya secara otomatis juga bisa merangkul guru ngaji. Saya sering mendapatkan keluhan dan masukan dari guru ngaji,’’ imbuhnya.
H. Ghofur memiliki background sebagai santri dan pernah menuntut ilmu di Pakistan. Saat masih sekolah, saat pagi H. Ghofur sekolah dan siangnya menempuh pendidikan agama di YAPI Bangil, yang merupakan pondoknya Habib Husein Al Habsyi.
Kebetulan ustad di sana dari Ponpes Langitan, termasuk Ustad Qosim, Ustad Aziz, Ustad Abdul Rohim, dan putra dari Kiai Faqih yakni Gus Abdullah merupakan kakak kelasnya.
‘’Saya di Bangil sekitar 6 tahun, setelah dari Bangil saya ke Pare kursus bahasa Inggris selama satu tahun setengah,’’ imbuhnya.
Selanjutnya, H. Ghofur bersama saudara-saudaranya mengenyam perkuliahan di Pakistan, tepatnya di Panji University Pakistan.
Mantan Ketua DPRD Lamongan periode 2019 – 2024 tersebut mendapatkan pengalaman berharga selama mengenyam pendidikan di luar negeri. Bahkan saat masih kuliah, dia juga mencari penghasilan sendiri.
‘’Namanya pelajar, gimana caranya. Oh iya kembali kepatutan harus dapat rezeki lagi, salah satunya saya ngelamar pekerjaan di hotel.
Sedangkan hotel itu kan jamaah dari Indonesia semua, lah itu saya dapat pekerjaan awal cuci piring sama cuci sendok,’’ kenangnya.
Cawabup Lamongan nomor urut satu, Firosya Shalati mengungkapkan, dirinya tertarik menjadi cawabup karena melihat perjuangan dan semangat H. Ghofur.
Bahkan, H. Ghofur rela mengorbankan jabatan sebagai Ketua DPRD Lamongan periode 2024 – 2029 demi tujuan yang lebih tinggi, khususnya untuk masyarakat Lamongan.
Firosya menilai, dirinya dan H. Ghofur memiliki visi dan misi yang sama. Menurut dia, H. Ghofur memiliki background seorang santri, yang kebetulan presiden dan wapres Prabowo-Gibran juga memberikan perhatian terhadap santri.
Yakni memiliki program santri untuk bisa mendunia dan dana abadi untuk ponpes. Sehingga, pihaknya nanti juga akan menyelaraskan program-program tersebut.
‘’Salah satunya beberapa sudah disebutkan. Kalau dari saya itu yang jelas, para santri tidak hanya dipersiapkan secara akhlak dan pengetahuan agama.
Namun juga harus siap dalam menghadapi tantangan zaman. Khususnya dalam menghadapi tantangan industri kedepan,’’ ucap Firosya.
Menurut dia, para santri juga harus siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak-pihak yang notabene lulusan non-santri. Sebab, persaingan dalam dunia industri bebas.
‘’Jadi kenapa saya sebutkan tadi dari pemerintah pusat pun sampai-sampai mengedepankan santri, itu karena tantangan kedepan jauh lebih kompleks,’’ imbuhnya.
Menurut dia, sebagai pemimpin bukan hanya paham permasalahan birokrasi, tapi juga harus memahami permasalahan SDM.
Disitulah dibutuhkan peran dari para santri yang memiliki bekal akhlak. Sehingga kedepan dibutuhkan para pemimpin yang memiliki bekal yang Bagus.
Terkait dengan hari santri nasional, besar harapan kedepan paslon Bagus untuk Lamongan bisa menyemarakkan hari santri nasional. Sebagai momentum tiap tahun dalam perayaan hari santri, khususnya di ponpes.
‘’Karena kita tahu, masyarakat Kabupaten Lamongan ini adalah 99 persen itu muslim dan banyak terdapat pondok pesantren di Lamongan, dan otomatis juga banyak santri yang ada di sini,’’ tuturnya. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta