LAMONGAN, Radar Lamongan - Masih melekat diingatan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek, saat pertama kali mengabdi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Lamongan pada Tahun 1987.
Ketabahan dan istikomah hingga akhirnya Pak Yes, sapaan akrabnya menduduki berbagai jabatan di sejumlah OPD.
Asam garam pengalaman tersebut mengantarkannya mengemban amanah sebagai Sekda Lamongan mulai Tahun 2012 – 2020.
Pengalaman ini, menjadi modal berharga bagi Pak Yes dipercaya sebagai Bupati Lamongan periode 2021 – 2025.
Sederet pengalaman tersebut menegaskan pemahamannya yang utuh, terhadap pembangunan Lamongan saat ini dan masa depan.
‘’Tentu saya terus bersyukur dengan menjaga amanah dengan baik, khususnya sebagai bupati ini,’’ tutur bupati bergelar doctor jurusan administrasi publik di Universitas Brawijaya tersebut.
Selama 3,5 tahun Pak Yes mengabdi sebagai Bupati Lamongan, seluruh program telah dijalankan secara maksimal, yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lamongan.
Diantaranya jalan mulus dan alus Lamongan (Jamula), penurunan stunting, hingga moncernya indeks pembangunan manusia (IPM) di Lamongan.
Pada Tahun 2023, IPM di Lamongan mencapai 75,29 kategori tinggi. Angka ini berada diatas IPM Jawa Timur (74,65) dan Nasional (74,39).
‘’Saya senang ketika masyarakat puas, merespon dan memberikan apresiasi yang baik, dengan apa yang kita lakukan.
Tentu ini cukup memberikan motivasi bagi saya, untuk terus bekerja yang lebih baik,’’ ucap Pak Yes.
Tak cukup sampai di situ, Pak Yes juga telah merealisasikan program kesehatan dan pendidikan.
Seperti di bidang kesehatan, Pak Yes menerapkan program Lamongan sehat dengan kunjungan rumah (Laserku), yang sudah menyasar 3.000 KK.
Di bidang pendidikan, Pak Yes hadir menjamin beasiswa pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui program pendidikan berkualitas dan gratis (Perintis).
Hingga kini sebanyak 18 ribu siswa SD hingga mahasiswa S2 sudah menerima beasiswa. Fokus di bidang pendidikan dan kesehatan ini penting, untuk mendukung karakter masyarakat Lamongan yang megilan. Sehingga mampu menjaga eksistensi masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.
Perjalanan Bupati Yes pada periode pertama tidak mudah, yakni menemui jalan terjal bernama pandemi Covid-19.
Sehingga penguatan sumberdaya manusia (SDM) sangat diperlukan. Karena ketika SDM kuat, maka menjadi soft power yang tidak Nampak, tapi bakal terasa pada jangka panjang.
Hal ini juga sejalan dengan background pendidikan Pak Yes, yang memiliki jenjang pendidikan yang tinggi.
Pak Yes meraih gelar magister administrasi bisnis di Universitas Gajahmada, serta gelar magister ekonomi kesehatan di Universitas Airlangga.
Selanjutnya, Pak Yes meraih gelar doctor administrasi publik di Universitas Brawijaya.
Seluruhnya diimplementasikan pada saat memimpin Lamongan dalam membangun SDM yang unggul.
Sesuai salah satu misi Pak Yes yakni menguatkan daya saing SDM yang unggul dan berakhlak, serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Pak Yes yakin bahwa pendidikan ini akan mengakumulasi menjadi satu pikiran-pikiran kedepan yang lebih baik lagi dan berwawasan.
‘’Saya yakin sebagaimana janji Allah, bahwa Allah akan menaikkan derajat yang lebih tinggi bagi siapapun yang terus belajar, atau terus menimba ilmu pengetahuan, sehingga saya yakin bahwa dengan ilmu pengetahuan itu, kapasitas kita semakin baik, dan tentu kita tidak akan berkekurangan ketika kita banyak ilmu pengetahuan,’’ ujarnya.
Namun, Pak Yes menyadari jika semua program belum bisa dituntaskan dalam waktu yang singkat.
Bupati kelahiran 12 Januari 1968 ini masih memiliki mimpi besar dan semangat membara, dalam mewujudkan Lamongan berkelanjutan.
Kejayaan ini suatu kondisi kabupaten yang terdepan dan bersaya saing di bidang sosial ekonomi, yang didukung oleh sumber daya manusia unggul dan berkarakter.
Serta pengembangan sumberdaya alam dan budaya disertai pelayanan publik yang prima, sehingga terwujud kesejahteraan masyarakat Lamongan lahir dan batin.
‘’Berkelanjutan yakni kondisi Lamongan yang dapat menjaga kesinambungan dan pemerataan pembangunan berbasis peletarian lingkungan, yang selaras dengan nilai-nilai agama, solidaritas, dan toleransi di tengah keberagaman, sehingga dapat merawat harmonisasi sosial,’’ terang Pak Yes.
Pak Yes menuturkan, saat ini akan mempersiapkan infrastuktur sampai tuntas. Kekurangan pada periode yang pertama akan dituntaskan, jika dipercaya lagi oleh masyarakat menjadi Bupati Lamongan di periode berikutnya.
‘’Saya ingin Lamongan ini bisa menjadi daerah penyangga bagi kota metropolitan Surabaya. Sebab, saya yakin dengan gerbangkertosusila, yakni Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan ini, kedepan ini prospek besar, sebagai penyangga kota metropolitan,’’ ucapnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta