Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Duh, Tujuh Parpol ini Berpotensi Gagal Raih Kursi DPRD Lamongan, Ini Daftarnya

Anjar Dwi Pradipta • Rabu, 6 Maret 2024 | 23:07 WIB
Tujuh Parpol ini Diprediksi Gagal Raihan Kursi Legislatif DPRD Lamongan (ainur ochiem / rdrlmg)
Tujuh Parpol ini Diprediksi Gagal Raihan Kursi Legislatif DPRD Lamongan (ainur ochiem / rdrlmg)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Dari 18 parpol peserta Pemilu 2024 di Lamongan, terdapat tujuh parpol yang berpotensi gagal meraih kursi DPRD Lamongan. Meliputi PBB, PSI, Partai Hanura, Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Buruh, dan PKN.

Sekretaris DPD PSI Lamongan, Wahyu Fahmi Rizaldi memberikan gestur jika partainya berpeluang kembali gagal mendapatkan kursi di legislatif. 

Dia mengatakan, pihaknya menghargai berapapun suara yang sudah masuk di perolehan DPD PSI Lamongan di setiap dapil.

Selanjutnya kami tentu sudah siap start (memulai) kembali berlaga di Pemilu selanjutnya. Kemudian menyiapkan lebih solid dan kompak, tentunya dengan strategi yang lebih matang, tutur Fahmi, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (5/3).

Menurut dia, hasil Pileg Lamongan 2024 ini menjadi bahan evaluasi, untuk mengukur seberapa besar pencapaian parpolnya kontestasi tahun ini. Apa yang perlu diperbaiki dan perlu dibenahi, terang Fahmi. 

Ketua DPC Partai Hanura Lamongan, Achmad Sholich memprediksi sebelumnya mendapat satu kursi di dapil satu. Namun, diakuinya, saat rekapitulasi ternyata hasilnya meleset dari target. 

Seperti diketahui, Partai Hanura selalu mendapatkan satu kursi DPRD Lamongan selama tiga kali Pileg Kabupaten Lamongan. Untuk 2024 hilang satu kursi. Padahal selama 2009, 2014, dan 2019 selalu mendapat satu kursi, imbuhnya. 

Hasil ini menjadi bahan evaluasi DPC Partai Hanura Lamongan, untuk menyiapkan caleg terbaik di Pileg periode selanjutnya.

Harapan ke depan jelas harus ada minimal tiga caleg yang siap bertarung. Jangan seperti saya sendiri, akhirnya di saat menjelang hari H, untuk jadi suara pengumpulan satu partai tidak bisa maksimal, imbuhnya. 

Ketua DPD Partai Gelora Lamongan, Sarmadi mengakui, ketidakberhasilan Partai Gelora di Lamongan karena partai baru yang butuh pengenalan kepada masyarakat secara massif.

Menurut dia, para caleg di partainya sudah berusaha maksimal di Pileg lalu.

Harapannya hasil sekarang menjadi motivasi, sebagai bahan evaluasi. Jadi menang ada syaratnya, kalah ada sebabnya. Harapannya Gelora bisa eksis di Lamongan, ucapnya.

Ketua Komisioner KPUK Lamongan, Mahrus Ali menuturkan, tahapan selanjutnya rekapitulasi tingkat Provinsi Jatim untuk perolehan suara Pemilihan Capres dan Cawapres, DPR RI, DPD, dan DPRD Provinsi. Untuk Kabupaten Lamongan dijadwalkan hari ini (6/3). 

Kami berharap dari hasil rekapitulasi merupakan hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU Lamongan, sesuai ketentuan dan regulasi.

Apapun hasilnya saya berharap semua pihak bisa menerima, harapnya.

Dia menjelaskan, metode sainte lague sudah berlaku sejak Pemilu 2019.

Sehingga, penyelenggara maupun parpol bisa menghitung perolehan dari rekapitulasi berjenjang. 

Jelas tetap akan mengacu pada keputusan dari KPU mengenai jumlah perolehan kursi pada masing-masing partai dan siapa akan mendapat kursi tersebut, terangnya. (sip/ind)

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#Pemilu 2024 #dprd lamongan #parpol