LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO -Sejumlah hewan di Maharani Zoo tampak kurus. Hal itu disebabkan karena biaya pakan yang mahal. Sementara kunjungan objek wisata tersebut kurang bergeliat dalam beberapa tahun ini.
Direktur BLS Lamongan Hery Pranoto mengatakan, untuk hewan-hewan nanti rencana akan dievaluasi.
Khususnya yang kondisi berat badannya turun, akan dilakukan konsultasi dengan tim kesehatan untuk memastikan tidak sampai kekurangan gizi.
Baca Juga: Ngecer Sabu di Rumah, Pasutri Diciduk Bersama
Namun Hery mengakui, kalau kebutuhan pakan beberapa hewan cukup tinggi. Sementara kunjungan Maharani Zoo maupun WBL belum terjadi peningkatan yang signifikan.
Sehingga, dia menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra untuk memastikan kebutuhan pakan tetap tercukupi.
‘’Alhamdulillah semua hewan sehat, meski kurus tetap kita usahakan kebutuhan pakan dan kesehatannya cukup,’’ ujarnya.
Baca Juga: Tak Lagi Kemarau Basah, Petani Tembakau di Kabupaten Lamongan Memburu Musim Emas
Hery menuturkan, sejumlah upaya kerja sama sudah dilakukan untuk mendongkrak kunjungan ke Maharani maupun WBL.
Saat ini, kunjungan masih ada meski tidak tinggi. Biasanya momen libur sekolah dan Hari Raya Idul Fitri terjadi peningkatan kunjungan.
Hery mengakui, persaingan dunia hiburan, terutama pariwisata sangat ketat.
Sementara untuk WBL maupun Maharani Zoo belum ada penambahan hewan baru maupun wahana yang baru.
Karena rencana menambah wahana baru belum bisa terealisasi dalam waktu dekat.
Pengelola masih mengupayakan agar wahana yang ada, tetap mendapatkan perawatan yang baik.
Kemudian hewan yang sudah ada diusahakan agar tetap sehat dan kebutuhan pakannya terpenuhi.
Saat ini, Hery menambahkan, saat ini yang masih bisa diandalkan hanya hotel. Karena okupansinya masih stabil, bahkan momen libur panjang selalu full booked.
Baca Juga: Penjaga Sekolah TK/SD Islam Terpadu (IT) Cendekia Lamongan Bobol Brankas Berisi Rp 135 Juta
Hanya saja untuk minat ke wisatanya masih rendah, karena hampir semua warga Lamongan sudah pernah ke WBL.
Kemudian kunjungan masih mengandalkan luar kota, yang pastinya persaingannya juga ketat.
‘’Kalau kita melihat Batu, terus bermunculan wahana baru, sehingga harus gerak cepat untuk memastikan kunjungan wisata juga stabil,” tambahnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan