radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Lesunya geliat kegiatan pemerintahan dan industri selama Ramadan berdampak langsung pada sektor perhotelan di wilayah Lamongan.
Okupansi kamar hotel tercatat mengalami penurunan signifikan.
Direktur Bumi Lamongan Sejati, Hery Pranoto, menjelaskan, biasanya hanya resto yang kunjungannya naik selama Ramadan karena ada paket buka puasa.
Meski okupansi kamar sedang turun, optimistis tetap muncul karena ada libur lebaran.
Tercatat, pemesanan kamar hotel maupun villa untuk momen idul Fitri sudah mulai mengalir masuk.
Dengan total 83 unit kamar yang tersedia dalam berbagai tipe, pengelola hotel berusaha menyesuaikan layanan dengan bujet pengunjung.
“Kalau liburan biasanya paling banyak keluarga yang pesan, jadi kita sesuaikan dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Menurut dia, TKBR masih menjadi salah satu tujuan pengunjung luar kota.
Selain fasilitas kamar, daya pikatnya adalah pemandangan laut dan lokasinya yang dekat dengan wahana permainan lengkap.
Hery menuturkan, profil tamu kini kian beragam dan tidak lagi hanya bergantung pada instansi pemerintahan.
Setelah kebijakan pembatasan rapat di hotel yang cukup berdampak, munculnya tren staycation dari keluarga muda menjadi angin segar.
Selain itu, keberadaan perusahaan besar di wilayah pantura turut mendongkrak kunjungan longstay dari kalangan karyawan.
Pihaknya kini terus mengupayakan program khusus untuk momen libur panjang guna menjaga tren pemulihan kunjungan yang sudah membaik sejak tahun lalu.
“Semoga kunjungan terus tumbuh di akhir tahun, naik turun biasanya hanya momen karena sekarang puasa,” harapnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma