Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Makam Sunan Drajat Sepi Peziarah Saat Ramadan 

Ahmad Asif Alafi • Jumat, 14 Maret 2025 - 01:49 WIB

 

LENGANG: Suasana parkir kompleks makam religi Sunan Drajat yang minim peziarah hingga jelang pertengahan Ramadan. 
LENGANG: Suasana parkir kompleks makam religi Sunan Drajat yang minim peziarah hingga jelang pertengahan Ramadan. 

LAMONGAN, Radarlamongan.co – Suasana kompleks wisata religi Sunan Drajat cukup lengang, Rabu siang (12/3). Saat wartawan koran ini memasuki kompleks, mayoritas kios yang biasa menjajakan suvenir hingga makanan tutup.

Hanya ada dua toko mainan yang buka. Meski saat Ramadan dibuka, tapi wisata religi di Kecamatan Paciran ini minim peziarah. 

Sekretaris Umum Yayasan Keluarga Besar keturunan Raden Qosim Sunan Drajat Lamongan, H. Raden Imam Mukhlishin mengakui jika saat Ramadan sepi peziarah, berbeda dengan bulan sebelumnya.

Sehingga, menurut dia, saat Ramadan dimanfaatkan untuk membersihkan dan mengecat seluruh area makam.

‘’Karena memang di Bulan Ramadan itu sepi peziarah ya, tapi tetap dibuka aja. Siapapun boleh berziarah, tetap ada yang jaga.

Cuma yang ziarah itu tidak banyak, hanya beberapa orang,’’ ucap Gus Imam, sapaan akrabnya.

Imam menjelaskan, puncak peziarah di Makam Sunan Drajat pada Bulan Sya’ban  atau satu bulan sebelum Ramadan.

Awal hingga pertengahan Ramadan sepi. Tapi biasanya mendekati malam 21 Ramadan, mulai meningkat jumlah peziarahnya. 

‘’Biasanya mulai ada satu atau dua bus,’’ katanya.

Disinggung penyebab sepinya peziarah saat Ramadan. Imam mengatakan, peziarah rerata dari luar kota.

Sehingga semua orang berpuasa, yang mungkin kurang nyaman harus melakukan perjalanan jauh. 

‘’Apalagi, saat Ramadan masyarakat memiliki agenda di rumah, kumpul keluarga dan sebagainya,’’ imbuhnya. 

Gus Imam menuturkan, sepinya peziarah membuat para pedagang memilih untuk tidak berjualan. Tercatat UMKM di sekitar makam mencapai 100 pedagang.

Jumlahnya bisa lebih banyak, karena biasanya ada warga sekitar yang menjajakan buah-buahan. 

‘’Jadi rasa nyaman saling menajga, ketertiban dan kebersihan,’’ ucapnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#makam sunan drajat #lamongan #wisata religi #ramadan