LAMONGAN, Radarlamongan.co – Sektor wisata bersiap menghadapi lonjakan pengunjung saat libur Natal dan tahun baru (nataru).
DPRD Lamongan meminta OPD terkait memaksimalkan peran, untuk meningkatkan daya tarik, kunjungan, dan kemanan wisata. Terutama lebih mengintensifkan perawatan di lokasi wisata.
Sekretaris Komisi D DPRD Lamongan, Ali Makhfudl meminta OPD terkait menyiapkan secara matang, terutama yang menyangkut keamanan wahana yang ada di dalam objek wisata. Sehingga memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang.
‘’Karena masyarakat yang datang ke destinasi saat masa liburan seperti ini ingin mendapatkan hiburan,’’ ucap politisi F-PAN tersebut.
Ali mengaku menerima banyak keluhan terkait wahana di lokasi wisata yang monoton.
Sehingga, dia meminta penyedia wisata harus selalu berinovasi, agar pengunjung tidak jenuh dan memilih destinasi di luar Lamongan. ‘’Sehingga perlu tambahan wahan baru,’’ ujarnya.
Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Tulus Santoso mengingatkan jelang libur nataru perlu kesiapan dari pengelola wisata.
Politisi F-Golkar itu meminta perlu adanya pengawasan tiket, yang harus sebanding dengan pelayanan. Selain itu, perlu diperhatikan kebersihan objek wisata.
‘’Perlu diperhatikan lagi keselamatan wisatawan, khususnya di lokasi dan area wisata air,’’ imbuhnya.
Tulus meminta OPD untuk meningkatkan promosi wisata. Sehingga, harapannya nataru ini bisa optimal, untuk bisa menarik lebih banyak wisatawan yang datang ke objek wisata di Lamongan.
‘’Mendorong perekonomian lokal tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kenyamanan,’’ ujarnya.
Kabid Pengembangan Wisata Disparbud Lamongan, Nurhayati As’adah mengatakan, pihaknya sudah melakukan monev di beberapa tempat wisata dengan membawa tim BPBD, Dishub, dan Satpol PP untuk melakukan pengecekan.
‘’Kita mengajak BPBD untuk antisipasi terhadap cuaca. Apalagi ada wisata airnya seperti kolam renang dan pantai, itu rawan, perlu ditingkatkan penjagaannya,’’ tutur Nurhayati As’adah.
Dia memastikan, seluruh pengelola wisata sudah diimbau untuk meningkatkan keamanan saat terjadi lonjakan kunjungan.
Selain itu, pihak pengelola juga diminta untuk mengatur area parkir saat terjadi lonjakan pengunjung.
‘’Terkait pelayanan pungunjung pada saat membludak, mereka harus membatasi,’’ ucapnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta