LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Yuni tidak pernah menyangka pesan Tanggal 3 Juni 2026 merupakan kabar terakhir yang diterimanya dari putra kesayangannya, Jovi.
Dengan mata berkaca-kaca, Yuni mengaku tidak mendapatkan firasat apapun.
Baca Juga: Lonjakan Harga Daging Sapi di Sejumlah Pasar Tradisional, Murni Karena Hukum Pasar
Jovi putranya pamit melaut seperti biasa. Namun, dia mulai merasa cemas ketika hampir satu minggu tidak ada kabar.
Padahal biasanya putra kesayangannya itu selalu memberi kabar saat lima hari di laut.
Dari satu minggu terlewati hingga 20 hari sesuai jadwal melaut putranya, tidak ada kabar satupun.
Hingga kini, terhitung sudah sekitar 50 hari KMN Entok hilang kontak di laut lepas.
"Saya masih terus berdoa agar putra saya ditemukan, setidaknya ada kabar tentang dia," ujarnya.
Baca Juga: Nyolong di Markas Damkar Kabupaten Lamongan, Pencuri 4 HP Dituntut 2 Tahun Penjara
Jovi merupakan salah satu dari korban anak buah kapal (ABK) KMN Entok yang hilang kontak dan meninggalkan satu orang anak berusia 4 tahun.
Pemerintah Kabupaten Lamongan hadir memberikan dukungan moril dan sejumlah bantuan, untuk meringankan beban keluarga korban KMN Entok yang hilang kontak di Perairan Kangean Sumenep Madura.
Bantuan sembako dan sejumlah uang diberikan kepada istri maupun keluarga korban di Rukun Nelayan (RN) Brondong, Rabu (22/7).
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek datang secara langsung dan memberikan dukungan untuk keluarga korban.
Bupati Yes juga menyerahkan bantuan dari pemerintah daerah maupun dari Korpri, Baznas, hingga perusahaan kepada 18 keluarga korban ABK KMN Entok.
Dalam sambutannya, Bupati Yes menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya. Harapannya bantuan ini bisa meringankan beban keluarga.
"Kami dari pemerintah dan stakeholder terkait akan terus berusaha membantu semaksimal mungkin, semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan," ucap Bupati Yes.
Baca Juga: Dulu Berjaya, Mobil Penumpang Umum di Kabupaten Lamongan Kini Andalkan Pekerja Pabrik
Bupati Yes mengatakan, berbagai upaya pencarian sudah dilakukan oleh Basarnas bersama instansi terkait.
Penyisiran sudah dilakukan dari Madura, Kangean, hingga perairan Sulawesi. Harapannya segera ada kabar baik dan keluarga diberikan kekuatan.
Bupati Yes juga menyampaikan, terkait pendidikan maupun bantuan sosial, yang nantinya akan ditindaklanjuti dinas terkait.
Jika memang memenuhi desilnya, maka bisa mendapatkan beasiswa perintis dan bantuan sosial sejenisnya. Yang jelas pemerintah akan terus hadir dan membersamai keluarga korban.
Selama ini profesi nelayan memiliki risiko tinggi, yang membuat Pemkab Lamongan terus berupaya meningkatkan perlindungan bagi para nelayan. Salah satunya melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Bupati Yes, saat ini hampir 24 ribu nelayan telah didaftarkan dalam program tersebut dalam tiga tahun terakhir.
Iuran yang relatif terjangkau diharapkan mampu memberikan perlindungan apabila terjadi risiko saat bekerja.
"Kita tidak pernah tahu kedepannya, jadi kita berupaya memberikan perlindungan agar masyarakat khususnya nelayan bisa bekerja lebih tenang," terang Bupati Yes.
Baca Juga: Motor Oleng, Pengendara Tewas Tertabrak Truk di Wilayah Desa Ardirejo Kecamatan Sambeng
Perwakilan Rukun Nelayan Nur Wakhid mengaku, KMN Entok sudah terhitung 50 hari hilang kontak.
Petugas gabungan terus melakukan pencarian di sejumlah kawasan dengan harapan segera bertemu.
Namun, karena kehidupan terus berlanjut, harapannya ada perhatian lebih untuk pendidikan dan kesejahteraan keluarga korban yang ditinggalkan.
"Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah, semoga ini bisa menjadi prioritas perhatian, dan bisa segera mendapatkan kabar baik," terangnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan