LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Memasuki pekan keenam sejak hilang kontak, pencarian Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok terus diintensifkan.
Pihak keluarga anak buah kapal (ABK) kini dilibatkan langsung oleh tim Basarnas dan Satpolairud Polres Lamongan untuk menyisir titik koordinat terakhir di wilayah perairan Kangean, Sumenep.
Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur menjelaskan, dilibatkannya keluarga korban dalam operasi gabungan ini merupakan komitmen transparansi petugas.
Baca Juga: Montir Jadi Perantara Sabu di Lamongan Divonis Lebih Ringan 2,5 Tahun dari Tuntutan JPU
Operasi ini diperkuat oleh armada utama Basarnas Kantor SAR Kelas A Surabaya, yakni KN SAR 249 Permadi.
Kapal cepat tersebut dilengkapi sistem navigasi canggih untuk memaksimalkan pelacakan.
"Perwakilan keluarga korban kini ikut melakukan proses pencarian yang diharapkan dapat berjalan maksimal, terutama di wilayah yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan kapal tersebut," ujar Guntur kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (14/7).
Guntur menegaskan, pihaknya terus bersinergi secara lintas sektoral. Mulai dari Ditpolairud Polda Jatim, Baharkam Polri, hingga instansi maritim terkait.
Baca Juga: Enam Bulan Sebanyak Tujuh TPQ Baru Berdiri di Lamongan
Fokus utama saat ini adalah menyisir area yang diduga kuat menjadi lokasi terakhir KMN Entok sebelum hilang kontak.
Petugas juga kembali mengimbau para nelayan maupun kapal niaga yang sedang beraktivitas di sekitar perairan Kangean, Masalembu, dan Bawean untuk melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan kapal tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, KMN Entok berangkat melaut menuju perairan Sumenep sejak Rabu (3/6).
Normalnya, kapal nelayan asal Lamongan ini hanya menghabiskan waktu maksimal 18 hari di laut sebelum kembali bersandar.
Namun, hingga kini kapal beserta seluruh ABK-nya belum kunjung pulang dan kehilangan kontak. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan