radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Kabar buruk kembali datang dari laut lepas. Seorang anak buah kapal (ABK) asal Kecamatan Paciran dilaporkan meninggal dunia saat melaut di perairan Masalembu, Sumenep.
Sementara kapal nelayan berukuran besar asal Kelurahan Blimbing, yang dinyatakan hilang kontak beberapa minggu lalu, hingga kini belum ditemukan.
ABK yang dinyatakan meninggal itu, Wahyudi, 47, warga Desa Tunggul. ABK KMN Mitra Usaha tersebut dievakuasi dalam kondisi tak bernyawa di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada Rabu malam (8/7).
Baca Juga: Kontingen Bola Voli Pantai Lamongan Raih Dua Medali Perak KEJURPROV
Informasi yang diperoleh, korban berangkat melaut bersama 13 rekan dan nakhoda kapal sejak 27 Juni.
Petaka terjadi saat kapal mencapai perairan Masalembu, Selasa sore (7/7). Usai mandi dan berniat melaksanakan ibadah salat, korban tiba-tiba terjatuh saat hendak menjemur pakaian di atas kapal.
"Satu ABK meninggal dunia saat melakukan pencarian ikan di wilayah Sumenep," kata Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Guntur.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata tubuh korban sudah tidak ada denyut nadinya. Akhirnya, diputuskan untuk kembali menuju daratan.
Begitu bersandar di PPN Brondong Rabu malam, jasad korban dievakuasi oleh anggota Polairud bersama tim medis. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi.
KMN Entok Belum Ketemu
Sementara itu, KMN Entok, kapal nelayan berkapasitas 60 GT yang dinakhodai Siswanto, 45, dan dilaporkan hilang kontak sejak beberapa minggu lalu, belum ditemukan. Kapal nahas tersebut membawa 19 ABK yang seluruhnya merupakan warga Kelurahan Blimbing.
AKP Guntur menegaskan, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih terus berupaya melakukan pelacakan dan koordinasi di laut. "Hingga saat ini, masih melakukan pencarian serta belum ditemukan keberadaannya," ujarnya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma