LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Diduga akibat korsleting listrik, Kapal Motor (KM) Sri Sumber Rejeki terbakar hebat di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Sabtu malam (27/6).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang menimpa kapal berbobot 28 gross tonnage (GT) tersebut.
Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid membenarkan kejadian tersebut.
"Tak ada korban jiwa. Kobaran api tersebut berhasil dipadamkan beberapa jam setelah kejadian," tegasnya.
Baca Juga: Pendampingan Sejak Kelas Sepuluh, 176 Siswa SMAN 1 Babat Lolos Perguruan Tinggi Negeri
Hamzaid menjelaskan, kapal nelayan itu awalnya baru saja pulang mencari ikan dan tiba di kawasan Brondong pada pukul 13.20 WIB.
Namun, karena kondisi air laut masih surut, kapal tidak bisa langsung merapat ke dermaga. Baru sekitar pukul 17.30 WIB, kapal akhirnya bisa bersandar.
Setelah kapal terikat di dermaga, para anak buah kapal (ABK) bergegas turun untuk melaksanakan salat.
Petaka terjadi sekitar pukul 18.10 WIB ketika kepulan asap mendadak muncul dari bagian rumah kapal, tempat instalasi kelistrikan, termasuk aki dan dinamo berada.
"Dari situlah, akhirnya petugas serta warga sekitar melakukan pemadaman api dengan alat seadanya," jelas Hamzaid.
Baca Juga: Lamongan Tempo Doeloe Sukses Sedot Animo Masyarakat
Karena api terus membesar, warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) serta anggota Satpolairud Polres Lamongan.
Hingga pukul 19.30 WIB, kobaran api dilaporkan masih membubung tinggi. Amukan si jago merah baru benar-benar berhasil dijinakkan total pada pukul 21.20 WIB setelah petugas Damkar dari Kecamatan Paciran yang dibantu Damkar Babat berjibaku di lokasi.
Mengenai pemicu kebakaran, dugaan awal mengarah pada hubungan arus pendek di area rumah kapal yang kemudian menjalar ke bagian lain.
"Hingga saat ini, penyebab pastinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," terangnya.
Baca Juga: Tujuh Remaja Diamankan Saat Konvoi Liar di Kecamatan Ngimbang, Lamongan
Pihak Polres Lamongan mengimbau masyarakat, khususnya para pemilik dan awak kapal, agar selalu memastikan kondisi instalasi kelistrikan, mesin, maupun peralatan yang berpotensi menimbulkan percikan api sebelum kapal bersandar atau beroperasi.
Langkah preventif ini penting guna mencegah terjadinya kebakaran serupa. Sementara itu, nilai kerugian material akibat insiden ini masih dalam proses penghitungan.
Di sisi lain, Kabid Damkar Satpol PP Lamongan Rayin mengingatkan bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemilik perahu bermesin bahan bakar.
Ia menekankan pentingnya melengkapi setiap kapal dengan tabung alat pemadam api ringan (APAR).
"APAR tersebut sangat penting, bilamana adanya api masih kecil tentunya masih bisa teratasi," pungkas Rayin. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan