radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Petani melon di Lamongan sudah masuk panen lagi.
Harga petikan pertama Rp 19 ribu per kilogram untuk jenis melon inthanon rizwan Belanda.
Menurut petani melon Lamongan, Mat Iskan, melon jenis tersebut sudah bisa menembus pasar modern.
Baca Juga: Atlet Cabor Handball Kabupaten Lamongan Terbebani Uang Sewa Lapangan
“Untuk kualitas dan rasanya beda, jadi bisa diterima supermarket maupun konsumen pribadi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, budidaya green house melon di wilayah pantura sangat banyak.
Bagi sebagian petani melon di Paciran hingga Brondong, green house lebih menguntungkan dibandingkan tanam komoditi holtikultura lainnya.
Baca Juga: Mengapa Doa di Pesarean Gunung Kawi Dipercaya Cepat Dikabulkan? Ini Kisah Karomah Eyang Djoego
Mat Iskan mencontohkan greenhouse berukuran 22 x 25 meter dengan seribu tanaman hasilnya sekitar 150 kg.
Budidaya ini lebih sehat karena 60 persen menggunakan pupuk alami buatan sendiri, sehingga kandungan gulanya juga normal.
Kuncinya, komposnya lebih banyak, kualitasnya lebih baik.
Dia menambahkan, panen dari budidaya green house bisa empat kali dalam setahun.
Selama ini, setiap panen harganya cukup stabil. Jika ada penurunan, maka tidak banyak.
“Kita juga kerja sama dengan tengkulak, karena kalau panen bersamaan jumlahnya cukup banyak,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma