PACIRAN, RADARLAMONGAN.CO - Momen libur panjang Idul Fitri tidak hanya dinikmati para pegawai kantoran.
Para nelayan di wilayah Paciran juga memilih menyandarkan kapalnya dalam waktu lama.
Aktivitas melaut diprediksi baru kembali normal pada awal bulan depan atau setelah perayaan Lebaran Ketupat.
Baca Juga: Pernikahan Dini di Kabupaten Lamongan Makin Marak, Didominasi Hamil Terlebih Dahulu
Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Kecamatan Paciran Nur Wakid membenarkan fenomena libur panjang tersebut.
Menurut dia, berhentinya aktivitas melaut ini dipicu oleh tutupnya pabrik-pabrik pengolahan ikan selama masa Lebaran.
‘’Memang benar, aktivitas para nelayan saat Lebaran mengalami libur panjang, karena beberapa pabrik yang dikirim ikan telah tutup,’’ ucap Nur Wakid.
Karena mayoritas karyawan pabrik sedang cuti, otomatis serapan hasil tangkapan nelayan terhenti.
Baca Juga: Persela Lamongan Ingin Akhiri Puasa Kemenangan di Putaran Ketiga Saat Menjamu Persiba Balikpapan
Hal ini membuat nelayan membatasi jadwal pengiriman agar hasil laut tidak sia-sia karena tidak terserap pasar.
‘’Biasanya, kembali lagi untuk melakukan pencarian ikan setelah Hari Raya Ketupat,’’ ujarnya.
Saat ini, perahu dengan kapasitas 10 Gross Tonnage (GT) hingga 20 GT mulai berjajar rapi di dermaga. Praktis, suasana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pun lengang.
‘’Begitu juga berada di TPI, belum ada aktivitas jual beli ikan seperti hari biasa,’’ imbuh Wakid. ‘’Bagi nelayan yang libur, waktu luang ini dimanfaatkan untuk memperbaiki jaring yang rusak atau melakukan pembenahan fisik kapal,’’ sambungnya. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan